Akhir Sebuah Era! TPR Parangtritis Resmi Dirobohkan, Ini Alasan dan Pengalihan Lalu Lintas

  • Whatsapp
tpr parangtritis dirobohkan
Bangunan ikonik TPR Parangtritis lama resmi dirobohkan hari ini (19/5). (Ist)

BacaJogja — Bagi masyarakat Yogyakarta maupun wisatawan luar daerah, bangunan Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Parangtritis tentu sudah tidak asing lagi. Namun per hari ini, Selasa (19/5/2026), bangunan ikonik yang telah berdiri selama puluhan tahun tersebut resmi rata dengan tanah.

Proses TPR Parangtritis dirobohkan dimulai sejak pagi hari menggunakan alat berat. Pembongkaran ini menandai babak baru dalam penataan jalur wisata utama menuju kawasan pantai selatan Bantul.

Read More

Lantas, apa yang menjadi alasan di balik pembongkaran mendadak ini? Bagaimana pula dengan akses wisatawan yang ingin berkunjung ke Pantai Parangtritis saat ini? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Alasan TPR Parangtritis Lama Dirobohkan

Penghapusan bangunan fisik TPR lama ini dikonfirmasi langsung oleh pihak Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Bantul. Berdasarkan keterangan otoritas setempat, kebijakan ini diambil karena status lahan dan aturan keselamatan jalan raya.

“Betul, sekitar jam 09.00 WIB tadi sudah dimulai proses untuk perobohan TPR Parangtritis lama,” kata Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Bantul, Markus Purnomo Adi, Selasa (19/5/2026).

Markus menjelaskan bahwa wewenang pembongkaran berada di tangan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY) melalui Satuan Kerja (Satker) jalan provinsi. Sesuai regulasi yang berlaku, jalan berstatus provinsi harus bersih dari hambatan fisik di tengah jalur demi keselamatan pengendara.

“Setahu saya, karena bangunan berada di jalan provinsi dan dari Satker jalan provinsi diminta untuk dihilangkan,” tambahnya.

Target Selesai Satu Hari Menggunakan Ekskavator

Mengingat ukuran pos retribusi yang cukup besar serta adanya pembatas jalan beton permanen di tengahnya, proses pembongkaran harus mengerahkan alat berat berupa ekskavator.

Pihak terkait menargetkan proses pembersihan puing-puing bangunan ini tidak memakan waktu lama agar tidak mengganggu roda perekonomian dan pariwisata terlalu lama.

“Untuk perobohan itu berlangsung satu hari saja, kemungkinan sampai sore. Karena kan meratakan semua, itu pembatas jalur juga ikut dibongkar,” jelas Markus.

Panduan Rute: Pengalihan Arus Wisata Menuju Pantai Parangtritis

Bagi Anda yang berencana mengunjungi kawasan wisata pantai selatan Bantul hari ini, harap memperhatikan rekayasa lalu lintas yang sedang diterapkan. Selama proses pembersihan lahan, arus kendaraan menuju Pantai Parangtritis mengalami pengalihan sementara.

Berikut adalah panduan rute pengalihan arus Parangtritis:

  1. Pengalihan arus hanya berlaku bagi kendaraan yang datang dari arah utara (Kota Yogyakarta/Sleman) menuju selatan.

  2. Sebelum mencapai titik TPR Parangtritis lama, kendaraan akan diarahkan berbelok ke kanan.

  3. Arus lalu lintas dialihkan melalui jalur Pantai Depok.

Pengalihan ini bersifat dinamis dan diperkirakan akan kembali normal setelah material bangunan dan pembatas jalan selesai dibersihkan sepenuhnya oleh petugas. Pengendara diimbau untuk tetap berhati-hati dan mematuhi rambu-ramu serta arahan petugas di lapangan.

Menyimpan Sejarah dan Memori Puluhan Tahun

Bagi banyak orang, runtuhnya bangunan TPR Parangtritis lama ini memicu rasa nostalgia yang mendalam. Selama puluhan tahun, bangunan ini menjadi saksi bisu jutaan wisatawan yang hendak berlibur, tempat berkumpulnya konvoi komunitas motor, hingga titik penanda ikonik bahwa “pantai sudah dekat”.

Meskipun fisiknya kini telah tiada, langkah ini diharapkan dapat memperlancar arus lalu lintas ke arah pantai selatan dan mengurangi angka kemacetan saat musim liburan tiba. []

Related posts