BacaJogja – Kasus penganiayaan yang menewaskan seorang pemuda di kawasan dekat SMAN 3 Yogyakarta atau sekitar Stadion Kridosono terus menjadi perhatian publik. Polisi menegaskan peristiwa berdarah yang terjadi Minggu (17/5/2026) dini hari itu bukan aksi klitih, melainkan dipicu aksi saling tantang antargeng sekolah.
Korban diketahui berinisial AA (18). Ia meninggal dunia setelah mengalami luka akibat serangan senjata tajam.
Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol Eva Guna Pandia mengatakan hasil penyelidikan sementara menunjukkan peristiwa bermula dari konflik antara dua kelompok yang diduga merupakan geng sekolah.
“Jadi kita tegaskan sekali lagi ini bukan klitih ataupun street crime,” kata Pandia kepada wartawan di Mapolresta Jogja, Senin (18/5/2026).
Menurut Pandia, insiden tersebut diawali aksi saling tantang antara dua kelompok hingga berujung bentrokan maut. “Itu diawali dengan tantang-tantangan dua geng sehingga kejadian dini hari itu ada yang meninggal,” tegasnya.
Korban Mengalami Luka di Dada dan Perut
Dari hasil pemeriksaan awal, korban mengalami sejumlah luka akibat sabetan senjata tajam di bagian dada dan area perut. “Lukanya bermacam-macam, di dada, di samping area perut juga ada,” ujar Pandia.
Saat ini Satreskrim Polresta Yogyakarta masih melakukan pengejaran terhadap pelaku. Polisi juga belum memastikan jumlah orang yang terlibat dalam aksi penganiayaan tersebut.
Sedikitnya lima orang saksi telah dimintai keterangan untuk membantu proses penyelidikan. “Anggota masih terus bekerja di lapangan. Mohon doa restunya agar pelaku segera bisa diamankan,” lanjutnya.
Korban Sempat Dilarikan ke Rumah Sakit
Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta Kompol Riski Adrian menjelaskan kejadian berlangsung sekitar pukul 03.30 WIB. Setelah mengalami penganiayaan, korban sempat dilarikan ke RS Panti Rapih.
Namun nyawa korban tidak tertolong dan kemudian dibawa ke RS Bhayangkara untuk proses autopsi. “Korban sempat dibawa ke Panti Rapih, namun dinyatakan meninggal dunia,” kata Riski.
Sementara itu, Kasi Humas Polresta Yogyakarta Iptu Dani Hasan menambahkan korban dan saksi sempat dikejar pelaku dari arah Jalan Magelang menggunakan sepeda motor.
Saat tiba di depan pintu selatan SMAN 3 Yogyakarta, korban turun dari motor dan langsung diserang menggunakan senjata tajam.
“Korban kemudian terjatuh di kawasan Kotabaru dan ditolong warga sebelum dibawa ke rumah sakit menggunakan ambulans milik gereja,” jelas Dani.
Polisi Minta Publik Tidak Berspekulasi
Kasus ini memicu perhatian luas masyarakat karena sempat disebut sebagai aksi klitih yang kembali terjadi di Kota Yogyakarta. Namun polisi meminta masyarakat tidak berspekulasi sebelum proses penyelidikan selesai.
Meski demikian, peristiwa ini kembali memunculkan kekhawatiran publik terkait keberadaan geng sekolah dan aksi kekerasan remaja yang berujung fatal. []






