BacaJogja – Sebuah lubang aspal yang sangat dalam di Jalan Ringroad Selatan, tepatnya wilayah Tirtonirmolo, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul, menjadi ancaman serius bagi keselamatan pengendara. Dalam satu malam, setidaknya 13 mobil dilaporkan mengalami pecah ban setelah melintasi titik jalan rusak tersebut.
Peristiwa ini terjadi pada Senin malam, 12 Januari 2026, dan pertama kali ramai dilaporkan warganet melalui media sosial. Banyak pengendara mengaku tidak sempat menghindar karena kondisi jalan minim penerangan dan lubang tertutup bayangan.
“Hari apes nggak ada di tanggal. Mobil saya barusan kena pecah ban kanan karena lubang aspal yang sangat dalam. Di lokasi yang sama sudah ada 7 mobil pecah ban,” tulis salah satu warganet.
Laporan lain menyebutkan jumlah korban terus bertambah dalam waktu singkat.
“Om saya juga jadi korban. Sampai jam 20.41 WIB sudah sekitar 13 mobil yang bannya meledak karena lubang di Ringroad Selatan Tirtonirmolo,” ungkap warga lainnya.
Lubang Aspal Dalam Picu Ban Meledak
Berdasarkan keterangan warga, lubang aspal berada di jalur cepat Ringroad Selatan dan memiliki kedalaman cukup ekstrem, sehingga benturan keras tak terhindarkan. Mayoritas kendaraan yang melintas mengalami pecah ban pada sisi kanan maupun kiri, tergantung jalur kendaraan.
Kondisi ini sangat membahayakan, terutama bagi pengendara yang melaju dengan kecepatan sedang hingga tinggi. Beberapa kendaraan bahkan terpaksa berhenti di bahu jalan untuk mengganti ban, memicu potensi kemacetan dan risiko kecelakaan lanjutan.
Warga Minta Perbaikan Segera
Masyarakat mendesak pihak terkait agar segera melakukan perbaikan atau penambalan darurat, serta memasang rambu peringatan di sekitar lokasi guna mencegah jatuhnya korban tambahan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari instansi berwenang terkait penanganan lubang jalan tersebut.
Imbauan untuk Pengendara
Pengendara yang melintasi Jalan Ringroad Selatan Bantul, khususnya area Tirtonirmolo – Kasihan, diimbau untuk:
- Mengurangi kecepatan
- Menjaga jarak aman
- Meningkatkan kewaspadaan, terutama malam hari
- Memilih jalur alternatif jika memungkinkan
Keselamatan berkendara harus menjadi prioritas, terlebih saat kondisi infrastruktur jalan belum sepenuhnya aman. []






