BacaJogja – Warga D.I. Yogyakarta diminta untuk waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dalam tiga hari mendatang. Berdasarkan analisis terkini dari BMKG Stasiun Meteorologi Yogyakarta, cuaca pada periode 2 hingga 4 Januari 2025 berpotensi membawa hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang di sebagian wilayah Yogyakarta.
Penyebab Cuaca Ekstrem
Menurut Kepala Stasiun Meteorologi Yogyakarta, Warjono, cuaca ekstrem ini dipengaruhi oleh beberapa faktor atmosfer. “Terdapat bibit siklon 94S yang terbentuk di Samudra Hindia sebelah Selatan Jawa, yang menyebabkan pertemuan angin atau konvergensi di sebagian besar wilayah Jawa, termasuk D.I. Yogyakarta,” jelas Warjono dalam siaran pers, Rabu, 1 Januari 2025.
Baca Juga: Insiden Kembang Api di Tugu Yogyakarta: Baku Hantam Warnai Malam Tahun Baru
Selain itu, profil kelembaban udara di wilayah DIY pada ketinggian 1,5 hingga 3,0 km (level 850 – 700 mb) terpantau sangat basah, dengan tingkat kelembaban mencapai 70 – 95%. “Kondisi ini berpotensi menyebabkan pertumbuhan awan hujan yang intens,” tambah Warjono.
Tak hanya itu, suhu permukaan air laut di sekitar perairan Jawa yang cukup hangat turut berkontribusi pada penambahan massa uap air, yang meningkatkan aktivitas pembentukan awan hujan di wilayah Yogyakarta.
Prakiraan Cuaca 2-4 Januari 2025 Berdasarkan analisis tersebut, BMKG Yogyakarta memprakirakan cuaca ekstrem sebagai berikut:
- 2 Januari 2025: Waspada potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang di Kota Yogyakarta, Sleman, Kulon Progo, Bantul bagian utara, serta Gunungkidul bagian utara dan tengah.
- 3 Januari 2025: Waspada potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang di Kota Yogyakarta, Sleman, Kulon Progo bagian utara, Bantul bagian utara, dan Gunungkidul bagian utara.
- 4 Januari 2025: Waspada potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang di Sleman, Kulon Progo bagian utara, dan Gunungkidul bagian utara.
Baca Juga: Selamat Tinggal Teman Bus Jogja, Ini Penggantinya
Imbauan untuk Masyarakat
Warjono mengingatkan agar masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, puting beliung, pohon tumbang, dan sambaran petir. “Khususnya bagi warga yang tinggal di wilayah rawan bencana, kami harap selalu memantau perkembangan cuaca terbaru,” imbuhnya.
Untuk mendapatkan informasi cuaca terkini, masyarakat dapat mengakses berbagai kanal informasi yang tersedia, termasuk:
- Website resmi BMKG: bmkg.go.id atau stamet-yogya.bmkg.go.id
- Akun media sosial: @infoBMKG atau @infobmkgyia
- Aplikasi “Info BMKG” untuk iOS dan Android
- Call center BMKG 196. []






