BacaJogja – Kecelakaan maut terjadi di perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Desa Karangkiring, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik. Sebuah kereta api penumpang jurusan Stasiun Indro – Pasar Turi bertabrakan dengan truk trailer bermuatan kayu log pada Selasa (8/4) sekitar pukul 18.30 WIB. Peristiwa tragis ini menyebabkan seorang asisten masinis tewas dan beberapa korban lainnya luka-luka.
Kecelakaan Hebat di Perlintasan Tanpa Palang Pintu
Kecelakaan terjadi di jalur perlintasan JPL 11 Km 7+600/700 petak jalan Kandangan–Indro, yang diketahui tidak memiliki palang pintu maupun petugas penjaga. Truk trailer bernomor polisi W 8708 US milik PT Garuda Trans, dikemudikan oleh Majuri, warga Lamongan, melintas saat kereta api Jenggala melaju dari arah timur.
Baca Juga: Banyak Kendaraan Rusak Usai Isi BBM Tercampur Air di SPBU Klaten: Manajemen Minta Maaf
Menurut saksi mata, warga sekitar telah berteriak memperingatkan sopir truk mengenai datangnya kereta. Namun, diduga sopir tidak mendengar peringatan tersebut hingga tabrakan tidak dapat dihindarkan. Bagian belakang truk tersambar keras oleh kereta, membuat muatan kayu log berhamburan dan menghantam kabin lokomotif.
Korban Jiwa dan Proses Evakuasi
Akibat tabrakan ini, Abdillah Ramdan—asisten masinis—terjepit dalam kabin lokomotif. Ia sempat diselamatkan warga dengan alat grenda dan dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi kritis, namun akhirnya meninggal dunia. Sementara masinis utama, Purwo Pranoto, dilaporkan selamat meski masih menjalani perawatan medis.
Baca Juga: Aksi Heroik Damkar Selamatkan Anak Sapi yang Tercebur Sumur di Sleman
Di dalam KA Jenggala, terdapat sekitar 100 penumpang. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dari pihak penumpang. Sopir truk juga berhasil selamat karena bagian kepala truk telah melewati rel sebelum tertabrak.
Tanggapan Resmi dan Proses Penyelidikan
Kapolsek Kebomas, Kompol Gatot Setyo Budi, menyampaikan bahwa pihak kepolisian bersama PT KAI dan instansi terkait telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), evakuasi kendaraan, dan pengumpulan keterangan saksi.
“Hingga malam ini, petugas masih melakukan evakuasi sisa material dan pembersihan jalur. Investigasi penuh akan kami lakukan untuk mengetahui penyebab utama kecelakaan,” ujar Kompol Gatot dalam keterangan resmi.
Tragedi ini kembali menyoroti keselamatan di perlintasan sebidang tanpa palang pintu di jalur kereta api Indonesia. Perlintasan seperti ini rawan kecelakaan dan membutuhkan perhatian serius dari pihak berwenang untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang. []






