BacaJogja – Malam itu seharusnya tenang. Dua perempuan duduk santai di halte bus Jalan Jenderal Sudirman No. 202, menanti kendaraan yang mungkin tak kunjung datang. Tapi suasana berubah mencekam ketika seorang pria mendekat dengan motor, lalu melakukan aksi tak terduga—dan tak senonoh.
Pria berinisial SDM (48), warga Depok, Gilangharjo, Pandak, Bantul, yang kala itu tengah bertugas sebagai pengemudi ojek online, tiba-tiba menghentikan motornya di depan halte. Bukannya menanyakan arah atau menawarkan tumpangan, ia justru membuka celana bagian atas dan mempertontonkan alat kelaminnya secara terang-terangan dari atas motor Honda Revo yang dikendarainya.
Kejadian ini berlangsung sekitar pukul 22.00 WIB. Kedua perempuan yang menjadi sasaran aksi tak senonoh itu sontak kaget dan ketakutan. Salah satu dari mereka segera melaporkan kejadian tersebut kepada seorang pria yang berada di sekitar lokasi.
Baca Juga: Tragedi Balita Tenggelam di Sungai Bendo Bantul: Dangkal Bukan Jaminan Aman
Tanpa menunggu lama, pria itu memastikan aksi tak senonoh tersebut, lalu memanggil warga. SDM sempat mencoba menutupi bagian tubuhnya dengan pakaian, namun amarah warga tak bisa dibendung. Ia langsung dikepung, diamankan, dan dibawa ke Polres Bantul untuk pemeriksaan lebih lanjut.
“Pelaku saat itu sedang bekerja sebagai ojek online, berkeliling menggunakan sepeda motor Honda Revo AB-3955-ZT. la kemudian berhenti di depan halte dan melihat dua wanita duduk di sana,” jelas Kasi Humas Polres Bantul, I Nengah Jeffry Prana Widyana pada Selasa (10/6/2025).
Penyidik kini tengah mendalami motif di balik tindakan tak senonoh tersebut, termasuk menilai kondisi psikologis pelaku. Sementara itu, pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melaporkan segala bentuk tindakan asusila di ruang publik.
Baca Juga: Cegah Kriminalitas, Operasi Gabungan Polres Kulon Progo Sita Ratusan Botol Miras Ilegal
Tindakan seperti ini bukan hanya mencoreng etika sosial, tapi juga merampas rasa aman warga. “Kami harap masyarakat segera melapor jika melihat kejadian serupa,” tambah Jeffry.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa bahkan dalam rutinitas malam hari, kewaspadaan tetap harus dijaga. Teror bisa datang dalam bentuk yang tak terduga—bahkan dari seseorang yang seharusnya mengantar kita pulang dengan selamat. []






