BacaJogja – Ada yang berbeda dalam ajang Miss Bantul 2025. Tahun ini, gelaran yang selalu ditunggu masyarakat Bantul itu mengusung tema Renjana Cinta di Pajangan. Tema ini bukan sekadar slogan, melainkan wujud komitmen Miss Bantul Organization untuk mengangkat potensi UMKM di setiap kapanewon, dimulai dari Pajangan.
Di tahun kesebelas penyelenggaraan, sebanyak 15 finalis terpilih dari 38 pendaftar. Mereka tak hanya tampil anggun di panggung, tetapi juga memikul misi khusus: mendampingi sekaligus mempromosikan satu produk UMKM lokal. Program ini dikenal dengan nama One Miss One Product, yang memberi warna baru pada ajang kecantikan di Bantul.
Tak hanya itu, Miss Bantul juga menghadirkan program Mlampah Bantul, gerakan olahraga jalan kaki sebagai upaya menjaga kesehatan sekaligus mengajak masyarakat hidup aktif.
Baca Juga: Bazar Pangan Murah 2025 di Jogja Agro Park, Borong Sembako Harga Ramah Kantong
Ketua Miss Bantul Organization, Bayu Kuntani, menjelaskan bahwa finalis tahun ini berusia antara 16 hingga 24 tahun. “Para finalis telah menjalani serangkaian seleksi selama kurang lebih dua bulan sebelum akhirnya tampil di malam puncak,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Dekranasda Kabupaten Bantul, Hj. Emi Masruroh Halim, menyampaikan apresiasi dan harapannya. Ia menekankan pentingnya sinergi antara Miss Bantul Organization dengan Dekranasda.
Baca Juga: Kalender Event Bantul September 2025: Dari Festival Budaya, Pameran, hingga Kuliner
“Semoga Miss Bantul Organization terus bertahan dan dapat terus bersinergi, berkolaborasi, dan bekerja sama dengan Dekranasda Kabupaten Bantul sehingga dapat memberikan arti penting bagi perkembangan UMKM di Kabupaten Bantul,” ujarnya.
Puncak acara digelar meriah pada Sabtu (30/8/2025) di Pendopo Parasamya, Kantor Bupati Bantul. Sorak sorai penonton mengiringi momen ketika Hasna Latifah Nurul Ramadhani resmi dinobatkan sebagai Miss Bantul 2025.
Kemenangannya menjadi simbol semangat baru bagi generasi muda Bantul untuk tak hanya berprestasi di panggung kecantikan, tetapi juga turut menghidupkan denyut ekonomi kreatif daerah.[]






