BacaJogja – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Yogyakarta International Airport (STAMET YIA) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Kamis, 16 Oktober 2025.
Berdasarkan prakiraan cuaca yang berlaku selama 24 jam mulai pukul 07.00 WIB, wilayah Sleman, Kulon Progo bagian utara, dan Gunungkidul bagian utara diperkirakan mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Kondisi tersebut berpotensi disertai petir dan angin kencang pada siang hingga sore hari.
Sementara itu, Kota Yogyakarta dan Bantul bagian utara diprakirakan hanya mengalami hujan ringan. Adapun pada malam hingga dini hari, cuaca umumnya berawan di sebagian besar wilayah DIY.
Suhu udara diperkirakan berkisar antara 21–32 derajat Celsius dengan kelembapan udara 65–95 persen. Arah angin dominan dari timur laut hingga selatan dengan kecepatan antara 10–30 km/jam.
Selain potensi hujan, BMKG juga mengingatkan adanya gelombang laut tinggi di perairan selatan DIY yang diperkirakan mencapai 2,5–4,0 meter. Kondisi ini termasuk dalam kategori tinggi, sehingga masyarakat pesisir dan nelayan diimbau untuk berhati-hati saat beraktivitas di laut.
“Waspadai potensi hujan sedang hingga lebat yang disertai angin kencang dan petir di wilayah utara DIY, serta gelombang tinggi di perairan selatan,” tulis prakirawan BMKG STAMET YIA dalam laporannya yang diperbarui Kamis, 16 Oktober 2025 pukul 06.00 WIB.
BMKG meminta masyarakat untuk selalu memperbarui informasi cuaca melalui situs resmi bmkg.go.id atau kanal informasi BMKG lainnya agar dapat mengantisipasi potensi cuaca ekstrem yang dapat mengganggu aktivitas harian. []






