BacaJogja – Video viral bertajuk “Festival Lampion ❎ Hujan Api ✅” dari acara Lanterne Festival de Paris di Pantai Goa Cemara, Bantul, sempat menghebohkan media sosial. Dalam video tersebut, tampak percikan api di sekitar area festival sehingga memunculkan dugaan adanya kebakaran.
Namun, Ketua Desa Wisata Goa Cemara, Bayu Sujaka, menegaskan bahwa tidak ada kebakaran maupun kejadian “hujan api” seperti yang ramai disebut.
“Yang pertama terkait jalan api, di sini tidak ada yang namanya jalan api. Kemudian soal kebakaran, itu tidak benar. Percikan yang terlihat berasal dari parafin lampion,” ujar Bayu, Selasa (28/10/2025).
Bayu menjelaskan, setelah acara selesai, kondisi area sempat basah karena hujan pada pagi hari. Banyaknya peserta juga membuat sampah menumpuk, sehingga proses kebersihan dilakukan pada hari berikutnya.
“Kebersihan kami agendakan di H+1 karena paginya hujan dan peserta banyak. Sampah seperti botol dan plastik justru kami manfaatkan untuk produk daur ulang,” tambahnya.
Bayu memastikan kegiatan festival berjalan aman dan tidak menimbulkan insiden berbahaya. Bahkan, Desa Wisata Goa Cemara siap kembali menjadi tuan rumah pada tahun-tahun berikutnya.
“Istilahnya, dari sini aman. Kami justru siap menerima event ini setiap tahun,” tegasnya.
Latar Belakang Festival
Lanterne Festival de Paris merupakan acara budaya bertema lampion yang menampilkan ratusan cahaya mengambang di langit malam. Kegiatan ini menjadi daya tarik wisata baru di pesisir Bantul karena menyajikan pengalaman visual yang memukau.
Meski demikian, sejumlah warganet mengingatkan agar penyelenggaraan event serupa memperhatikan aspek keamanan dan kebersihan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman publik.
Kesimpulan
Isu “hujan api” di Pantai Goa Cemara tidak benar adanya. Percikan yang terlihat pada video viral berasal dari sisa bahan lampion, bukan kebakaran. Pengelola menegaskan acara berlangsung aman dan menjadi momentum positif bagi wisata lokal Bantul. []






