BacaJogja – Pemerintah Kabupaten Sleman terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor ekonomi lokal melalui program unggulan bertajuk Gerakan Bersama Gunakan Selalu Produk (Berbahan Baku) Lokal atau ‘Geber Gaspol’.
Program yang diinisiasi Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (Dinkop UKM) Kabupaten Sleman ini telah berjalan sejak tahun 2024 dan kini mulai menunjukkan dampak positif bagi petani serta pelaku UMKM di wilayah tersebut.
Ketua Tim Kerja Pengembangan Usaha Mikro Dinkop UKM Sleman, Eko Adriyanta, menjelaskan bahwa program ini merupakan tindak lanjut dari Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, yang diperbarui melalui Perpres Nomor 12 Tahun 2021.
“Melalui slogan ‘Borong Bareng’, Pemkab Sleman mencanangkan ‘Geber Gaspol’ untuk mendorong penggunaan produk lokal berbahan baku hasil pertanian daerah sendiri,” ujar Eko, Jumat (7/11/2025).
Baca Juga: Diiringi Kalimat Tauhid ‘Lailahaillallah’, Ribuan Pelayat Iringi Pemakaman PB XIII di Imogiri
Program ini dijalankan berdasarkan Surat Edaran Nomor 0586 Tahun 2024 yang ditandatangani oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Susmiarto, dan menjadi pedoman bagi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) agar aktif menggunakan bahan pangan lokal dalam setiap kegiatan.
“Kalau ada rapat, pertemuan, atau pelatihan, diharapkan menggunakan produk lokal. Contohnya kopi, kita punya Kopi Merapi yang kualitasnya juga baik. Jadi tidak perlu mencari dari luar daerah,” tambahnya.
Dari Petani ke UMKM: Rantai Ekonomi yang Terhubung
Melalui ‘Geber Gaspol’, Pemkab Sleman mengutamakan pemanfaatan produk pangan berbahan baku lokal seperti beras, umbi-umbian, sayur-sayuran, buah-buahan, hingga hasil pertanian lain yang dihasilkan petani Sleman.
Eko menegaskan, inisiatif ini berfungsi sebagai solusi atas permasalahan klasik yang dihadapi petani, yaitu hasil panen yang tidak terserap maksimal.
“Program ini untuk mengoptimalkan hasil pertanian. Terkadang petani mengeluh hasilnya tidak laku, jadi lewat Geber Gaspol kita dorong instansi untuk menyerapnya,” jelasnya.
Saat ini, program tersebut dijalankan dua kali dalam seminggu di setiap instansi dengan jadwal berbeda-beda. “Kalau di Dinas Koperasi minimal dua hari dalam seminggu. Isinya olahan dari petani lokal seperti jagung, umbi, dan buah. Instansi lain menyesuaikan dengan kegiatan mereka,” imbuh Eko.

Baca Juga: Sri Sultan HB X Takziah ke Keraton Surakarta, Sampaikan Duka atas Wafatnya Paku Buwono XIII
Digitalisasi Melalui Aplikasi MBizmarket
Untuk memperluas jangkauan, Dinkop UKM Sleman menerapkan sistem digitalisasi lewat aplikasi MBizmarket. Melalui platform ini, pelaku UMKM dapat menjual produk berbahan baku lokal dengan label ‘Geber Gaspol’, sementara instansi pemerintah bisa langsung melakukan pemesanan.
Staf Tim Kerja Pengembangan Usaha Mikro Dinkop UKM Sleman, Diaz Aprila Kurniawan, menjelaskan bahwa sistem ini membuka rantai ekonomi berantai dari hulu ke hilir — mulai dari petani, produsen olahan, hingga pelaku UMKM.
“Produk berbahan baku lokal kadang dianggap hanya jajanan jadul, tapi justru itu kekuatannya. Apa pun bisa dibuat asal bahan dasarnya dari petani lokal,” katanya.
Diaz menambahkan, UMKM yang ingin bergabung cukup memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) dan memasukkan katalog produk lokalnya ke aplikasi. “Dengan bahan baku yang dekat, biaya produksi lebih rendah, tapi harga jual tetap kompetitif. Jadi pelaku usaha dapat keuntungan lebih besar,” tuturnya.
Melalui sistem ini, Pemkab Sleman juga dapat memantau secara transparan instansi mana yang aktif membeli produk Geber Gaspol.
Baca Juga: Kolaborasi Pemkot dan IAI DIY, Wujudkan Tata Kota Berbasis Heritage di Yogyakarta
Dukungan DPRD Sleman untuk UMKM Naik Kelas
Dukungan terhadap program ini juga datang dari Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Sleman, Dara Ayu Suharto, yang menilai Geber Gaspol sebagai langkah nyata pemberdayaan ekonomi lokal.
“Program ini bagus karena membuka akses pemasaran baru bagi UMKM Sleman. Produk mereka bisa masuk ke instansi pemerintah, lalu meluas ke masyarakat,” ujarnya.
Menurut Dara, tantangan utama pelaku UMKM saat ini adalah strategi pemasaran di era digital. Karena itu, ia mendorong mereka untuk aktif memanfaatkan platform seperti MBizmarket agar mampu bersaing lebih luas.
“DPRD akan terus mendukung dan mendampingi pelaku UMKM agar bisa naik kelas, bahkan menembus pasar ekspor,” tegasnya.
Program ‘Geber Gaspol’ menjadi bukti nyata komitmen Pemkab Sleman dalam membangun ekonomi berbasis lokal yang berkelanjutan. Dengan dukungan digitalisasi melalui MBizmarket dan partisipasi aktif seluruh instansi, gerakan ini bukan hanya menghidupkan kembali hasil pertanian Sleman, tetapi juga membuka jalan bagi pelaku UMKM untuk tumbuh lebih kuat di tengah persaingan ekonomi modern. []






