BacaJogja – Media sosial kembali diramaikan keluhan wisatawan terkait harga fasilitas di kawasan wisata. Kali ini, Pantai Drini, salah satu destinasi favorit di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, menjadi sorotan setelah sebuah unggahan viral mengeluhkan tarif sewa tikar yang dinilai tidak wajar.
Unggahan tersebut dibagikan akun TikTok @emmy_store08 pada Minggu (14/12/2025). Dalam keterangannya, pengunggah menyebut tarif sewa tikar di Pantai Drini mencapai Rp50 ribu per lembar. Jika menyewa dua tikar, wisatawan harus merogoh kocek hingga Rp100 ribu.
“Seumur-umur baru nemu sewa tikar termahal gaess…
1 tikar 50rb, 2 tikar 100rb,” tulis akun tersebut.
Pengunggah juga menyebut bahwa mereka telah membeli kelapa muda dan mi instan di lokasi yang sama, namun tetap dikenakan tarif sewa tikar dengan harga tersebut.
Viral dan Picu Reaksi Warganet
Unggahan itu dengan cepat menyebar dan memantik beragam reaksi warganet. Sebagian mengaku terkejut, sebagian lainnya menyayangkan mahalnya tarif fasilitas pendukung di kawasan wisata yang selama ini dikenal ramah bagi wisatawan.
Tak sedikit pula warganet yang mempertanyakan standar harga, pengawasan, serta pengelolaan fasilitas wisata di Pantai Drini. Beberapa pengguna media sosial mengkhawatirkan dampak jangka panjang jika praktik tarif yang dinilai memberatkan ini terus terjadi.
Pantai Drini dan Tantangan Pengelolaan Wisata
Pantai Drini selama ini dikenal sebagai salah satu ikon wisata pantai di Gunungkidul. Keindahan pantai, pulau karang, serta fasilitas penunjang menjadikannya destinasi favorit wisatawan lokal maupun luar daerah.
Namun, viralnya keluhan soal harga sewa tikar ini kembali membuka diskusi lama soal kenyamanan wisatawan, transparansi harga, dan citra pariwisata Yogyakarta. Warganet menilai, jika tidak dikelola dengan baik, persoalan tarif fasilitas sederhana justru bisa membuat wisatawan enggan kembali.
Perlu Evaluasi demi Wisata yang Ramah Pengunjung
Hingga artikel ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pengelola Pantai Drini maupun pihak terkait mengenai standar tarif sewa tikar di lokasi tersebut. Meski demikian, warganet berharap adanya evaluasi dan penertiban agar kejadian serupa tidak terulang.
Unggahan viral ini dinilai bukan untuk menyudutkan pihak tertentu, melainkan sebagai bahan refleksi bersama demi menciptakan wisata yang nyaman, adil, dan ramah pengunjung. []






