BacaJogja — Keributan melibatkan juru parkir dan pengemudi ojek online (ojol) terjadi di kawasan Depok, Sleman, pada Rabu sore. Insiden tersebut diduga dipicu oleh penarikan uang parkir saat pengemudi hanya mengambil pesanan makanan, hingga berujung tindakan kekerasan.
Peristiwa ini dialami oleh seorang driver ShopeeFood yang sedang mengambil pesanan di Rumah Makan Padang Buyung Upik, Depok. Kejadian berlangsung saat hujan deras, sekitar pukul 15.00 WIB, dan berlanjut hingga pukul 16.10 WIB.
Hanya Ambil Pesanan Kurang dari 30 Detik
Menurut pengakuan korban, saat itu ia hanya berhenti sebentar untuk mengambil pesanan yang sudah siap. Proses pengambilan berlangsung singkat, kurang dari 30 detik, tanpa memarkir kendaraan dalam waktu lama. “Setelah mengambil pesanan, saya langsung naik motor untuk meninggalkan lokasi,” ujar korban.
Namun, saat hendak pergi, korban mengaku diminta membayar uang parkir oleh juru parkir setempat.
Korban menyampaikan bahwa tidak terdapat papan atau tulisan yang mengatur tarif parkir khusus bagi pengemudi ojek online di lokasi tersebut. Ia juga telah menjelaskan statusnya sebagai driver yang hanya mengambil pesanan.
Umumnya, pengemudi ojol tidak dikenai biaya parkir apabila hanya mengambil order, kecuali terdapat ketentuan tertulis seperti “Parkir Ojol Rp1.000”.
Meski sudah memberikan penjelasan, korban tetap melanjutkan perjalanan untuk mengantar pesanan.
Dikejar dan Dipukul Menggunakan Payung
Situasi kemudian memanas. Korban mengaku dikejar oleh juru parkir dan mengalami pemukulan menggunakan payung sebanyak tiga kali, mengenai bagian punggung, dengan pukulan yang cukup keras.
Setelah kejadian tersebut, korban memilih tetap mengantarkan pesanan terlebih dahulu demi menyelesaikan tanggung jawabnya sebagai pengemudi.
Usai mengantar pesanan, sekitar pukul 16.10 WIB, korban kembali ke lokasi kejadian untuk menyelesaikan persoalan dengan juru parkir yang bersangkutan.
Hingga artikel ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai insiden tersebut. Peristiwa ini pun menuai perhatian warganet dan memicu diskusi soal aturan parkir bagi pengemudi ojek online, khususnya di kawasan usaha kuliner.
Kasus ini kembali menyoroti perlunya kejelasan aturan parkir ojol di ruang publik agar tidak memicu konflik antara pengemudi dan pengelola parkir. Warganet pun berharap ada regulasi yang adil, transparan, dan tidak merugikan pihak mana pun. []






