BacaJogja – Warga Yogyakarta, khususnya yang sering melintas di Jalan Wates, Gamping hingga pusat Kota Jogja, tentu tak asing dengan sosok simbah berjenggot yang kerap melaju menggunakan sepatu roda di pinggir jalan.
Sosok sederhana itu kerap mencuri perhatian pengguna jalan. Kadang membuat orang menoleh dua kali, tersenyum, bahkan bertanya-tanya dalam hati tentang ketangguhan beliau di usia senja.
Kini, kabar duka datang.
Simbah sepatu roda yang selama ini menjadi bagian dari denyut jalanan Jogja tersebut dikabarkan meninggal dunia.
Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.
Identitas Simbah Sepatu Roda Jogja
Almarhum diketahui bernama Suprianto bin Amin, yang oleh warga sekitar kerap disebut sebagai Simbah Sepatu Roda.
Suprianto meninggal dunia dalam usia 71 tahun, pada:
- Hari/Tanggal: Selasa, 6 Januari 2026
- Waktu: Pukul 11.03 WIB
- Tempat: RS Panti Rapih, Yogyakarta
Kabar meninggalnya almarhum menyebar cepat di media sosial dan grup percakapan warga, mengundang ucapan belasungkawa dari berbagai kalangan.
Semasa hidupnya, almarhum dikenal sering melintas menggunakan sepatu roda di sejumlah ruas jalan utama, mulai dari Jalan Wates, kawasan Gamping, hingga pusat Kota Yogyakarta.
Tak jarang pula warga melihat beliau melaju sampai Jalan Adisucipto, Jalan Kaliurang, dan beberapa ruas jalan lainnya. Kehadiran almarhum menjadi pemandangan unik yang membekas di ingatan banyak orang.
Jadwal Pemakaman Simbah Sepatu Roda
Jenazah almarhum disemayamkan di:
📍 Masjid Nurul Faizin
RT 08 RW 13, Ambarketwang, Gamping, Sleman, Yogyakarta
Adapun jadwal pemakaman akan dilaksanakan pada:
- Hari/Tanggal: Rabu, 7 Januari 2026
- Waktu: Pukul 10.00 WIB
- Lokasi Makam: Makam Utoro Loyo, Gamping Lor, Ambarketwang, Gamping, Sleman
Keluarga dan warga sekitar memohon doa dari masyarakat agar almarhum diberikan tempat terbaik di sisi Allah SWT.
“Semoga almarhum diampuni segala dosa dan khilafnya, diterima amal ibadahnya, serta diberikan husnul khatimah,” demikian doa yang disampaikan pihak keluarga.
Daftar Keluarga yang Ditinggalkan
Almarhum meninggalkan keluarga tercinta, di antaranya:
- Partini – Istri
- Wahyu Wijayanto – Anak
- Apri Rusdiyanto – Siti Khoiriyah – Anak/Menantu
- Kurma Elda Gustriyanto – Neni Fatonah – Anak/Menantu
- Kurnia Adi Guswiranto – Brigita Eka Susanti – Anak/Menantu
Pihak keluarga juga memohon maaf apabila semasa hidup almarhum terdapat kesalahan maupun kekhilafan.
Bagi banyak warga, kepergian Simbah Sepatu Roda bukan sekadar kehilangan seorang pejalan jalanan, melainkan hilangnya salah satu sosok ikonik yang mewarnai kehidupan sehari-hari di Yogyakarta.
Warganet pun diajak untuk mengenang almarhum dengan berbagi cerita dan kenangan semasa berpapasan atau berinteraksi dengan beliau di jalanan Jogja. []






