BacaJogja – Seorang perempuan nyaris menjadi korban dugaan pelecehan dan percobaan kejahatan saat menggunakan jasa ojek online secara offline di kawasan Terminal Giwangan, Kota Yogyakarta, pada dini hari. Peristiwa mencekam tersebut terjadi sekitar pukul 02.00 WIB dan menjadi peringatan serius bagi masyarakat, khususnya perempuan, agar lebih waspada saat bepergian malam hari.
Informasi ini pertama kali dibagikan oleh akun Merapi_News (Merapi_Uncover) dan viral di media sosial karena menyita perhatian warganet Jogja.
Korban diketahui baru tiba dari luar kota dan diantar keluarganya hingga Terminal Giwangan. Setelah diturunkan di area pintu keluar terminal, tepatnya di depan Brimob, korban menunggu ojek online untuk menuju kosnya di wilayah Nitikan Baru, dekat XT Square.
Namun hingga beberapa waktu, pesanan ojek online tidak kunjung mendapatkan pengemudi. Di tengah kondisi terminal yang mulai sepi, seorang pria mengenakan jaket ojek online mendekati korban dan menawarkan jasa antar secara offline dengan alasan ponselnya mati.
Karena sudah lama menunggu dan merasa kelelahan, korban akhirnya menerima tawaran tersebut.
Arah Perjalanan Mencurigakan
Awalnya korban tidak menaruh curiga. Namun di tengah perjalanan, pengemudi justru mengambil arah yang tidak sesuai. Seharusnya berbelok ke kiri menuju kawasan Kotagede, tetapi pelaku malah berbelok ke kanan menuju jalanan gelap yang diduga mengarah ke Pleret atau Pasar Ngipik.
Ketika korban mempertanyakan arah perjalanan, pengemudi tersebut tidak menjawab dan memilih diam. Kondisi ini membuat korban mulai merasa tidak aman dan curiga.
Pelaku Ambil Ponsel dan Lakukan Tindakan Tak Pantas
Situasi semakin mencekam saat pengemudi tiba-tiba menghentikan motor di tengah jalan yang sepi. Pelaku mengambil ponsel korban, memegang tangannya, dan menyuruh korban untuk diam dengan ucapan, “Diam saja, Mbak, nanti juga sampai.”
Korban sempat berteriak meminta pertolongan, namun karena kondisi jalan yang sepi di tengah malam, tidak ada warga yang mendengar. Pelaku diduga sempat melakukan tindakan tidak pantas dengan mencoba menyentuh bagian tubuh sensitif serta memegang wajah korban.
Dalam kondisi panik, korban berhasil merebut kembali ponselnya dan melarikan diri, meskipun pelaku sempat mengejar.
Keberuntungan berpihak pada korban saat seorang bapak yang baru pulang kerja melintas di lokasi kejadian. Korban yang dalam kondisi gemetar dan menangis langsung meminta pertolongan.
Bapak tersebut membantu menenangkan korban, sementara pelaku masih berada di sekitar lokasi. Setelah situasi relatif aman, bapak itu mengantar korban hingga ke kos dengan selamat.
Saat korban hendak memberikan sejumlah uang sebagai tanda terima kasih, bapak tersebut menolak. Ia mengaku ikhlas membantu karena teringat anak perempuannya di rumah.
Peringatan untuk Masyarakat
Keluarga korban menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada bapak penolong yang telah membantu menyelamatkan korban dari situasi berbahaya. Mereka juga berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi masyarakat luas.
“Mohon lebih berhati-hati, terutama bagi perempuan. Jika ada yang menawarkan ojek online secara offline, apalagi di tengah malam, sebaiknya ditolak,” tulis sumber tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi resmi terkait laporan kepolisian atas kejadian tersebut. Namun, warganet ramai-ramai mengimbau agar pihak berwenang meningkatkan pengawasan di sekitar Terminal Giwangan, terutama pada jam rawan.
Tips Aman Menggunakan Ojol Malam Hari
- Gunakan hanya aplikasi resmi ojek online
- Cocokkan pelat nomor dan identitas pengemudi
- Aktifkan fitur berbagi lokasi (share location)
- Hindari menerima tawaran ojol offline
- Segera cari tempat ramai jika merasa tidak aman []






