Penemuan Jenazah Pria di Gunung Wangi Sleman, Diduga Sudah Meninggal 4 Hari 

  • Whatsapp
penemuan mayat sleman
Seorang pria ditemukan meninggal dunia di kawasan Gunung Wangi, Berbah, Sleman. Polisi memperkirakan korban meninggal 3–4 hari sebelum ditemukan (Polresta Sleman)

BacaJogja — Warga kawasan Gunung Wangi, Padukuhan Krasaan, Kalurahan Jogotirto, Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman, digegerkan dengan penemuan seorang pria yang ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tidak wajar, Rabu (14/1/2026) petang.

Jenazah pertama kali diketahui setelah adanya informasi dari warga yang diteruskan kepada pihak kepolisian. Menindaklanjuti laporan tersebut, gabungan piket fungsi Polresta Sleman bersama Polsek Berbah segera mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan dan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Read More

Kasi Humas Polresta Sleman, AKP Salamun, menjelaskan bahwa korban berjenis kelamin laki-laki dan diketahui berinisial MR X.

“Informasi awal berasal dari warga. Setelah menerima laporan, petugas langsung menuju lokasi untuk memastikan kondisi di lapangan,” ujar AKP Salamun dalam keterangan tertulis, Kamis (15/1/2026).

Kronologi Penemuan Jenazah

Berdasarkan keterangan saksi berinisial WY dan MW, peristiwa bermula saat saksi WY didatangi seseorang yang mengaku berasal dari wilayah Piyungan. Orang tersebut menanyakan keberadaan sebuah gardu di kawasan Gunung Wangi.

Orang tersebut kemudian menunjukkan foto melalui telepon genggam yang memperlihatkan seorang pria yang diduga telah meninggal dunia dengan cara gantung diri. Informasi itu selanjutnya disampaikan kepada saksi MW dan dilaporkan ke Polsek Berbah.

Petugas gabungan yang tiba di lokasi langsung melakukan pengamanan area serta pemeriksaan awal bersama tim medis.

Diperkirakan Meninggal 72–96 Jam

Hasil pemeriksaan awal oleh tim medis dari Puskesmas Berbah menyebutkan bahwa korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar 72 hingga 96 jam sebelum ditemukan, atau sekitar tiga sampai empat hari.

“Kondisi jenazah telah mengalami pembusukan lanjut,” tambah AKP Salamun.

Saat ditemukan, korban mengenakan baju batik dan surjan. Kondisi wajah jenazah sudah mengalami kerusakan sehingga tidak dapat dikenali secara visual.

Untuk penanganan lebih lanjut, jenazah korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke RS Bhayangkara. Pihak kepolisian telah melakukan langkah-langkah kepolisian sesuai prosedur dan melaporkan kejadian tersebut kepada pimpinan.

Hingga saat ini, aparat kepolisian masih melakukan pendalaman serta koordinasi dengan pihak terkait guna memastikan identitas korban dan penyebab pasti kematiannya.

Imbauan Kepolisian

Polresta Sleman mengimbau masyarakat untuk tetap peduli terhadap lingkungan sekitar dan segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan hal-hal mencurigakan.

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya kepedulian sosial dan komunikasi antarwarga, terutama di kawasan yang jarang dilalui aktivitas masyarakat. []

Related posts