Curhat Korban Penjambretan di Jogja: Saat Membela Istri, Suami Justru Jadi Tersangka

  • Whatsapp
jambret sleman
Kejadian jambret di Sleman 26 April lalu. Kini suami yang membela istri korban jambret jadi tersangka. (Ist)

BacaJogja — Sebuah curahan hati dari seorang istri korban penjambretan di Yogyakarta menyita perhatian publik. Alih-alih mendapatkan rasa aman dan keadilan, keluarga korban justru harus menghadapi kenyataan pahit ketika sang suami kini berstatus tersangka karena berusaha melindungi istrinya dari aksi kejahatan jalanan.

Peristiwa penjambretan tersebut terjadi di kawasan Transmart Yogyakarta pada 26 April 2025. Kasus ini sebelumnya sempat viral setelah diunggah oleh akun media sosial Merapi Uncover. Namun, perjalanan hukum yang terjadi setelahnya justru meninggalkan luka baru bagi korban.

Read More

Dalam keterangannya, korban mengungkapkan bahwa suaminya kini telah melalui tahap 2 pelimpahan perkara dari Polres Sleman ke Kejaksaan Negeri Sleman. Dengan proses itu, status hukum sang suami meningkat menjadi tersangka dan berpotensi berlanjut ke tahap persidangan.

“Alih-alih mendapat ketenangan setelah menjadi korban kejahatan, suami saya justru harus menghadapi proses hukum yang berat,” ungkapnya.

Ia menuturkan, suaminya sempat akan menjalani penahanan. Namun, setelah mengajukan permohonan, pihak berwenang akhirnya tidak melakukan penahanan fisik. Meski demikian, sang suami kini harus mengenakan gelang GPS di kakinya sebagai bagian dari pengawasan hukum.

Menurut korban, tindakan suaminya semata-mata dilakukan secara spontan demi melindungi istri dari ancaman penjambret. “💔 Suami saya bukan kriminal. Ia hanya seorang suami yang berusaha melindungi istrinya. Saya yakin, apa yang dilakukan suami saya adalah hal yang akan dilakukan hampir semua suami ketika melihat istrinya diserang,” tuturnya.

Hari-hari yang mereka jalani pascakejadian diwarnai rasa takut, sedih, dan kebingungan. Korban menegaskan bahwa keluarganya tidak mencari pembenaran atas tindakan apa pun, melainkan berharap keadilan ditegakkan dengan hati nurani dan rasa kemanusiaan.

“Saya hanya mohon doa dari semua pihak agar kasus ini segera menemukan titik terang, dan semoga suami saya mendapatkan keadilan yang seadil-adilnya,” pungkasnya.

Curahan hati ini pun memantik empati warganet. Banyak yang berharap agar aparat penegak hukum dapat melihat kasus ini secara lebih proporsional, dengan mempertimbangkan posisi suami sebagai pihak yang berusaha melindungi korban kejahatan. []

Related posts