Bocah Ubah Pembatas Jalan Jadi Arena Bermain “Benteng Takeshi” di Jembatan Kewek Yogyakarta

  • Whatsapp
Jembatan Kewek Jogja
Viral video bocah menata pembatas jalan jadi arena bermain ala Benteng Takeshi di Jembatan Kewek Yogyakarta. Polisi bertindak humanis dan menata ulang lokasi. (Ist)

BacaJogja – Sebuah video yang memperlihatkan seorang bocah memindahkan pembatas jalan di kawasan Jembatan Kewek, Kota Yogyakarta, viral di media sosial. Area yang seharusnya dilarang melintas justru ditata melingkar oleh sang bocah hingga menyerupai arena permainan ala “Benteng Takeshi”.

Peristiwa ini terekam kamera pengawas dan menyebar luas di platform media sosial. Dalam rekaman tersebut, pembatas jalan berwarna oranye yang semula dipasang untuk kepentingan pengaturan lalu lintas terlihat dipindahkan dan disusun membentuk lingkaran, seolah menjadi wilayah bermain pribadi.

Read More

Unggahan itu pun menuai beragam respons warganet. Sebagian menanggapinya dengan candaan, sementara lainnya mengingatkan soal potensi bahaya karena lokasi tersebut berada di area jalan raya.

Area Dilarang Lewat Berubah Jadi Arena Bermain

Berdasarkan informasi yang beredar, gambar bagian atas memperlihatkan kondisi awal lokasi yang telah dipasang pembatas jalan sebagai tanda larangan melintas. Sementara pada gambar bagian bawah, pembatas tersebut sudah berubah fungsi dan ditata menyerupai arena bermain anak.

Fenomena ini kemudian disebut-sebut warganet sebagai “Benteng Takeshi versi bocah Jogja”, merujuk pada acara permainan legendaris dengan lintasan dan rintangan khas.

Meski terkesan lucu, kejadian tersebut tetap menjadi perhatian karena menyangkut keselamatan anak dan pengguna jalan.

Polisi Rapikan Kembali, Pendekatan Humanis

Petugas kepolisian yang mengetahui kejadian tersebut segera melakukan penataan ulang pembatas jalan agar kembali sesuai fungsi semula. Penanganan dilakukan dengan pendekatan humanis dan persuasif.

“Sudah kita rapikan lagi dan kita imbau. Tidak apa-apa namanya anak-anak, yang penting jangan merusak dan tetap berhati-hati saat bermain,” ujar petugas sebagaimana keterangan yang disampaikan di media sosial.

Polisi juga mengingatkan masyarakat, khususnya orang tua, agar lebih memperhatikan aktivitas anak-anak, terutama saat bermain di sekitar area berisiko seperti jalan raya dan jembatan.

Kejadian ini menjadi pengingat bahwa ruang publik sering kali dipersepsikan berbeda oleh anak-anak. Bagi mereka, dunia adalah tempat bermain. Namun demikian, keselamatan tetap harus menjadi prioritas utama.

Pihak kepolisian mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga fasilitas umum dan memastikan lingkungan sekitar tetap aman, tanpa menghilangkan ruang bagi anak-anak untuk berekspresi dan bermain secara sehat. []

Related posts