BacaJogja – Keramaian yang terjadi selepas Subuh di kawasan JJLS timur Jembatan Depok, wilayah Kretek, Kabupaten Bantul, Minggu (22/2/2026) pagi, akhirnya mendapat klarifikasi dari kepolisian.
Kapolsek Kretek, AKP Joko Mulyono, memastikan bahwa peristiwa tersebut belum sampai terjadi tawuran seperti yang ramai diperbincangkan di media sosial. Polisi mengklaim situasi berhasil dicegah sebelum bentrokan pecah.
“Sudah bisa dicegah dan dibubarkan, itu kejadian spontan saja,” ujar Joko seperti dikutip Detik, Minggu (22/2/2026)
Menurutnya, saat kejadian, personel kepolisian memang tengah melaksanakan pengamanan di kawasan JJLS selepas sahur. Keberadaan petugas di lokasi membuat potensi keributan cepat dikendalikan.
“Bisa dicegah karena dari kepolisian melaksanakan pengamanan JJLS pada saat setelah sahur,” jelasnya.
Diduga Rombongan Anak Muda
Terkait informasi yang menyebutkan kelompok tersebut merupakan pelajar, pihak kepolisian belum bisa memastikan.
Joko menyebut, rombongan yang berada di lokasi merupakan anak-anak muda. Namun, tidak ada atribut sekolah yang dikenakan sehingga tidak dapat disimpulkan sebagai pelajar.
“Itu rombongan anak muda yang main di JJLS, kita tidak bisa menyebutkan apakah mereka pelajar atau bukan karena tidak memakai atribut pelajar,” tambahnya.
Viral di Media Sosial
Sebelumnya, video yang memperlihatkan sejumlah remaja berkumpul dan berlarian di badan jalan JJLS sempat viral. Narasi awal yang beredar menyebut adanya dugaan tawuran dua kelompok remaja selepas Subuh.
Peristiwa tersebut memicu kekhawatiran warga, apalagi terjadi di bulan Ramadan, waktu yang identik dengan suasana ibadah dan ketenangan masyarakat.
Meski demikian, polisi memastikan situasi telah kondusif dan tidak ada laporan korban maupun kerusakan akibat kejadian tersebut.
Pengamanan Selepas Sahur
Kawasan JJLS Kretek dan sekitar Jembatan Depok memang kerap menjadi titik kumpul anak muda, terutama pada malam hingga dini hari. Pada momentum Ramadan, patroli dan pengamanan biasanya ditingkatkan selepas sahur hingga menjelang pagi.
Kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak di luar rumah pada jam-jam rawan.
Hingga kini, situasi di lokasi dilaporkan aman dan arus lalu lintas kembali normal. []






