Heboh Keluarga di Sewon Bantul Diusir Warga Usai Melapor Dugaan Asusila Anak

  • Whatsapp
Warga usir bantul
Warga mengusir keluarga di Sewon Bantul (Jogja_Admin)

BacaJogja – Warga Kapanewon Sewon, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, dihebohkan dengan peristiwa pengusiran sebuah keluarga oleh tetangganya, Selasa (20/1/2026) malam.

Peristiwa tersebut viral di media sosial dan belakangan terungkap berkaitan dengan laporan dugaan pemerkosaan terhadap anak di bawah umur.

Read More

Video pengusiran itu salah satunya diunggah akun Instagram @jogja_admin. Dalam narasinya disebutkan bahwa pengusiran dilakukan karena warga menilai pihak yang bersangkutan kerap meresahkan lingkungan sekitar.

Viral di Media Sosial, Warga Bersikukuh Lakukan Pengusiran

Perempuan yang diusir diketahui berasal dari Kendal dan menikah dengan warga setempat. Dalam unggahan tersebut dijelaskan bahwa proses mediasi sudah dilakukan oleh ketua RT, tokoh masyarakat, dukuh, hingga Bhabinkamtibmas, namun tidak membuahkan hasil.

“Warga Sewon Bantul dibuat geram dengan tingkah salah satu warganya yang kerap berselisih paham dan keras kepala. Puncaknya Selasa malam 20 Januari 2026, warga melakukan protes dan pengusiran setelah mediasi gagal,” tulis akun @jogja_admin.

Warga Nilai Perilaku Kerap Meresahkan

Istri Ketua RT setempat, Endang, mengatakan perempuan tersebut sudah lama menjadi sorotan warga karena dinilai sering bersikap kasar dan mengganggu ketentraman lingkungan.

“Yang bersangkutan sering mengatai tetangga dengan kata-kata kasar, pernah keliling kampung mengetuk pintu warga, bahkan mencabuti tanaman milik warga,” ujar Endang dikutip dari Detik.

Menurut Endang, konflik memuncak setelah perempuan itu melaporkan dugaan pemerkosaan terhadap anaknya ke polisi.

Laporan Dugaan Pemerkosaan Picu Reaksi Warga

Endang menyebutkan, laporan tersebut berujung pada penangkapan empat orang warga. Namun, belakangan muncul informasi bahwa suami perempuan tersebut, yang merupakan bapak tiri korban, diduga turut terlibat.

“Informasinya dia melaporkan karena anaknya menjadi korban dugaan pelecehan. Tapi kemudian diketahui suaminya juga ikut serta, sehingga warga meminta laporannya dicabut,” katanya.

Permintaan itu ditolak oleh perempuan tersebut, sehingga situasi semakin memanas.

Polisi Benarkan Laporan, Keluarga Dievakuasi

Kapolsek Sewon, AKP Sutrisno, membenarkan adanya laporan dugaan pemerkosaan terhadap anak berusia 9 tahun. Ia menyebutkan, korban diduga diberi minuman keras sebelum peristiwa terjadi.

“Setelah laporan masuk, Polresta Yogyakarta mengamankan empat orang. Namun warga mempertanyakan karena bapak tiri korban ternyata juga diduga ikut terlibat,” ujar Sutrisno dikutip dari Detik.

Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, polisi mengevakuasi perempuan tersebut beserta suami dan anaknya ke Polsek Sewon, sebelum akhirnya dipindahkan ke Polresta Yogyakarta.

“Tiga orang, bapak, ibu, dan anak, sempat kami evakuasi ke Polsek Sewon karena ratusan warga sudah memadati lokasi,” jelasnya.

Polisi Pastikan Proses Hukum Tetap Berjalan

Kapolsek menegaskan bahwa laporan dugaan pemerkosaan tetap diproses sesuai hukum yang berlaku. Sementara itu, pihak kepolisian juga berupaya menjaga situasi kamtibmas agar tetap kondusif di lingkungan warga.

“Perempuan tersebut tetap bersikeras tidak mencabut laporan, sementara warga sudah tidak mentolerir perilaku yang bersangkutan,” pungkasnya. []

Related posts