BacaJogja — Cloud Regional Open Source Summit (CROSS) Indonesia 2026 resmi digelar di Universitas Jenderal Achmad Yani (UNJAYA), Gamping, Sleman, Yogyakarta. Forum ini menjadi ajang kolaborasi strategis untuk memperkuat kedaulatan digital Indonesia melalui pemanfaatan teknologi open source dan pengembangan ekosistem cloud lokal.
Kegiatan ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, industri, akademisi, hingga komunitas teknologi. Tak hanya itu, talenta muda digital—baik mahasiswa maupun profesional—turut ambil bagian aktif dalam berbagi pengetahuan dan pengalaman di bidang teknologi terbuka.
Kolaborasi Lintas Sektor Perkuat Ekosistem Digital Nasional
CROSS Indonesia 2026 diselenggarakan oleh Onno Center bersama Cloud in Asia dan UNJAYA, dengan dukungan Sivali Cloud Technology. Forum ini juga menggabungkan dua agenda utama, yaitu Open Source Summit dan Ubuntu Release Party.
Mengusung tema “Mendorong Kedaulatan Digital Indonesia melalui Open Source”, acara ini menempatkan teknologi terbuka sebagai fondasi penting dalam menciptakan sistem digital yang mandiri, aman, dan transparan.
CEO Sivali Cloud Technology, Wong Sui Jan, menegaskan bahwa open source merupakan solusi strategis untuk mengurangi ketergantungan pada platform tertutup.
“Dengan open source, institusi memiliki kontrol lebih besar terhadap infrastruktur dan data. Ini penting untuk memastikan keamanan, efisiensi, dan kemandirian sistem digital,” ujarnya.
Senada, Ryo Ardian dari Cloud in Asia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. “Kolaborasi antara industri, kampus, dan komunitas menjadi kunci dalam membangun ekosistem cloud nasional yang berdaulat dan berkelanjutan,” katanya.

Peran Kampus dan Komunitas dalam Transformasi Digital
Acara ini turut dihadiri pakar internet sekaligus Pendiri Onno Center, Prof. Onno W. Purbo, Wakil Dekan FTTI UNJAYA Chanief Budi Setiawan, serta berbagai praktisi TI dan komunitas open source seperti Komunitas Ubuntu Indonesia.
Dalam sambutannya, Chanief menegaskan peran strategis kampus dalam transformasi digital. “Kampus tidak hanya mencetak lulusan, tetapi juga harus melahirkan inovasi, membangun kolaborasi, dan menjadi motor penggerak kemandirian digital,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa forum CROSS 2026 menjadi ruang penting untuk merumuskan standar open source nasional, strategi pemilihan teknologi, serta berbagi praktik terbaik di sektor publik dan industri.
Fokus pada Kedaulatan Data dan Cloud Lokal
Dalam pembahasannya, CROSS Indonesia 2026 menyoroti sejumlah isu krusial, di antaranya:
- Penguatan kedaulatan data di sektor pemerintah, pendidikan, dan industri teregulasi
- Pemanfaatan teknologi terbuka seperti Ubuntu, OpenStack, dan Kubernetes
- Migrasi dari platform proprietary ke sistem open source yang dikelola lokal
- Pengembangan ekosistem cloud nasional berbasis kolaborasi
Langkah ini dinilai sejalan dengan kebijakan pemerintah, termasuk implementasi Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) No. 27 Tahun 2022 serta program transformasi digital nasional.
Selain infrastruktur, aspek perlindungan data juga menjadi perhatian utama. Penerapan arsitektur terbuka melalui praktik DevSecOps, keamanan berbasis Linux, hingga penggunaan tools observabilitas cloud dinilai mampu meningkatkan ketahanan sistem dan kepatuhan regulasi.
Peluang Karier Talenta Muda di Era Open Source
Implementasi teknologi open source di berbagai sektor, termasuk industri keuangan dan korporasi, membuka peluang karier yang luas bagi talenta muda digital Indonesia.
Dalam sesi talkshow, Dedy Hariyadi dari Program Studi Teknologi Informasi (Cybersecurity) UNJAYA menyebut open source sebagai sarana belajar yang inklusif.
“Open source itu terjangkau, dokumentasinya jelas, dan pilihannya banyak. Kita bisa berkolaborasi dan berkembang bersama. Ini momentum untuk mulai berdaya,” jelasnya.
CROSS Indonesia 2026 diharapkan menjadi titik temu strategis bagi seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat sinergi dalam membangun infrastruktur digital yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga berdaulat.
Dengan dukungan teknologi terbuka, kolaborasi lintas sektor, dan peran aktif talenta muda, Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk mempercepat transformasi digital yang mandiri dan berkelanjutan. []






