CEO Campus League Apresiasi Perkembangan Futsal Mahasiswa Yogyakarta, Regenerasi Atlet Jadi Sorotan

  • Whatsapp
CEo Campus League
CEO Campus League, Ryan Gozali dan Rektor UII, Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo, M.T., IPU., ASEAN Eng saat memberikan keterangan pers tentang Campus League Futsal Regional Yogyakarta 2026 (BacaJogja)

BacaJogja — CEO Campus League, Ryan Gozali, mengapresiasi perkembangan kualitas permainan para atlet mahasiswa atau student-athlete dari Yogyakarta dan sekitarnya dalam Campus League Futsal Regional Yogyakarta 2026.

Menurut Ryan, kualitas permainan peserta menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Perkembangan tersebut menjadi sinyal positif bagi tumbuhnya budaya olahraga di lingkungan perguruan tinggi.

Read More

Campus League Futsal Regional Yogyakarta berlangsung pada 20–27 Oktober 2026 di GOR Ki Bagoes Hadikoesoemo, Universitas Islam Indonesia (UII). Kompetisi ini mempertemukan tim-tim mahasiswa yang bersaing untuk memperebutkan gelar juara sekaligus membuka jalan menuju fase nasional atau The Nationals.

Ryan mengaku terkesan dengan penampilan UNY dan UNNES pada partai final. Ia juga mengapresiasi seluruh tim yang berkompetisi dengan menjunjung tinggi sportivitas.

Menurutnya, pertandingan di level kompetitif memberikan banyak pelajaran bagi atlet maupun pelatih. Salah satunya adalah pentingnya menjaga konsentrasi karena perubahan situasi dalam waktu singkat dapat menentukan hasil pertandingan.

“Salah satunya, bahwa dalam pertandingan olahraga, kehilangan konsentrasi atau momen sebentar saja berpotensi membuat sebuah tim kehilangan seluruh gim. Inilah kompetisi di level tinggi, setiap detik adalah peluang dan jangan disia-siakan,” ungkap Ryan.

Ia menilai perkembangan permainan para mahasiswa dari Yogyakarta dan sekitarnya menunjukkan bahwa budaya olahraga kampus mulai terbentuk secara bertahap.

Bagi Campus League, kompetisi tidak semata-mata berorientasi pada hasil akhir. Pengalaman bertanding, kedisiplinan, sportivitas, dan kemampuan mengelola tekanan juga menjadi bagian dari proses pengembangan atlet.

Final Regional Yogyakarta Sajikan Persaingan Ketat

Apresiasi Ryan disampaikan setelah rangkaian pertandingan regional mencapai partai final. UNY berhasil memborong gelar juara putra dan putri setelah mengalahkan UNNES dalam dua pertandingan penentuan.

Di kategori putri, UNY menang tipis 1-0 melalui gol Khansa Naila Syakira pada menit keenam. Pertandingan berlangsung ketat karena UNNES terus berusaha menyamakan kedudukan, tetapi pertahanan dan penampilan kiper UNY mampu mempertahankan keunggulan hingga akhir laga.

Sementara itu, tim putra UNY mengamankan gelar setelah menang telak 6-0. Tegar Abdinugraha mencetak dua gol dalam pertandingan tersebut dan menutup turnamen dengan penghargaan top scorer kategori putra, berkat koleksi delapan gol.

Pelatih tim putra UNY, Hajarul Susanto Walid Djaba, mengingatkan para pemain untuk menjaga emosi dan konsentrasi, termasuk ketika sudah unggul jauh.

Pengalaman pertandingan semacam ini menjadi salah satu pembelajaran penting bagi atlet mahasiswa. Selain kemampuan teknis, mereka dituntut memahami strategi, membaca situasi pertandingan, dan mempertahankan fokus sampai peluit akhir.

Sementara itu, pelatih tim putri UNY, Ghanda Farrell Ibrahim, menyoroti tantangan lain yang dihadapi atlet mahasiswa, yakni menjaga kondisi fisik sembari menyeimbangkan kegiatan perkuliahan.

Ia juga menilai efektivitas penyelesaian akhir masih perlu ditingkatkan sebelum timnya menghadapi kompetisi nasional.

Hal tersebut menunjukkan bahwa pembinaan atlet kampus membutuhkan pendekatan yang menyeluruh. Kemampuan bermain harus dikembangkan bersama dengan kedisiplinan latihan dan pengelolaan tanggung jawab akademis.

futsal kampus
Babak final Campus League Futsal Regional Yogyakarta 2026 tim putra mempertemukan UNY dan UNNES. UNY menaklukan UNNES dengan 6 gol tanpa balas. (Ist)

Rektor UII: Pendidikan Tidak Hanya Soal Akademis

Dukungan terhadap pengembangan olahraga kampus juga disampaikan Rektor UII, Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo, M.T., IPU., ASEAN Eng.

Sebagai tuan rumah Regional Yogyakarta 2026, Hari menyambut positif penyelenggaraan Campus League. Ia menilai kegiatan olahraga memiliki peran penting dalam mendukung kebugaran mahasiswa dan membangun lingkungan kampus yang sehat.

Menurutnya, pendidikan tidak semestinya hanya berfokus pada pencapaian akademis. Aktivitas fisik juga perlu mendapat ruang agar mahasiswa dapat mengembangkan potensi secara lebih luas.

“Dengan adanya turnamen olahraga, badan mahasiswa jadi bugar. Saat tubuh bugar, pola pikir pun makin sehat. Kami di UII menekankan bahwa mahasiswa sehat itu penting,” tutur Hari.

Ia juga menyoroti peluang perguruan tinggi dalam mendukung lahirnya atlet berprestasi.

“Di luar negeri, banyak atlet profesional lahir dari kampus. Tugas kita, bagaimana mengembangkan hingga akhirnya atlet-atlet besar muncul dari kampus Tanah Air,” lanjutnya.

Pandangan tersebut menempatkan perguruan tinggi sebagai salah satu lingkungan yang berpotensi mendukung pengembangan atlet. Kampus tidak hanya menjadi tempat mahasiswa menempuh pendidikan, tetapi juga dapat menyediakan ruang untuk mengembangkan kemampuan olahraga melalui kompetisi dan pembinaan.

Tantangannya adalah memastikan kegiatan olahraga dapat berjalan seimbang dengan pendidikan. Bagi atlet mahasiswa, prestasi di lapangan dan tanggung jawab akademis merupakan dua hal yang sama-sama perlu dikelola.

futsal putri jogja
Laga final tim putri UNY kontra UNNES berlangsung ketat. UNY akhirnya menang dengan skor tipis, 1-0. (Ist)

Campus League Dorong Regenerasi Futsal Nasional

Head of Competition & Talent Development Campus League, Dave Leopold, menyoroti kontribusi kompetisi tersebut dalam mendukung regenerasi atlet futsal Indonesia.

Ia menyebut sejumlah alumni Campus League berhasil melewati seleksi dan masuk ke pemusatan latihan tim nasional futsal.

Menurut Dave, Campus League bekerja sama dengan pelatih kepala timnas futsal putra, Héctor Souto, dan pelatih kepala timnas futsal putri, Luis Estrela, dalam pengembangan kompetisi.

Ia menjelaskan, peraturan yang diterapkan dalam turnamen disusun berdasarkan arahan kedua pelatih tersebut.

Dave juga menyampaikan bahwa sekitar 85 persen peserta training camp futsal putri pada 2025 berasal dari Campus League.

Pernyataan tersebut memperlihatkan keterhubungan yang ingin dibangun antara kompetisi mahasiswa dan proses pencarian talenta untuk pembinaan nasional. Kompetisi kampus dapat menjadi salah satu panggung bagi pemain untuk menunjukkan kemampuan, sementara proses masuk ke tim nasional tetap bergantung pada seleksi yang berlaku.

Campus League berdiri pada 18 Agustus 2025 dengan tiga pilar utama, yakni Athleticism, Academics, dan Affinity. Melalui ketiga pilar tersebut, kompetisi ini berupaya memberi ruang bagi talenta muda Indonesia, memperkuat budaya olahraga kampus, dan mendukung ekosistem prestasi olahraga di dalam maupun di luar lapangan.

Dengan kompetisi yang berlangsung dari tingkat regional hingga nasional, para atlet mahasiswa mendapat kesempatan untuk menghadapi lawan dengan karakter permainan berbeda. Pengalaman tersebut dapat menjadi bagian dari proses peningkatan kualitas dan kematangan bertanding.

The Nationals Kembali Digelar di Yogyakarta

Setelah menyelesaikan Regional Yogyakarta, rangkaian Campus League Futsal 2026 berlanjut ke Bandung, Jawa Barat, pada 30 Oktober–6 November. Berikutnya, kompetisi akan berlangsung di Jabodetabek pada 10–17 November.

Fase The Nationals dijadwalkan digelar di Yogyakarta pada 25 November–2 Desember 2026. Sebanyak 10 tim putra dan 10 tim putri direncanakan tampil dalam fase nasional tersebut.

Dave menjelaskan, pembagian slot peserta mempertimbangkan regional dan hasil penyelenggaraan sebelumnya.

Yogyakarta memperoleh tiga slot putra dan tiga slot putri. Bandung mendapatkan tiga slot putra dan dua slot putri, sedangkan Jabodetabek memperoleh dua slot putra dan tiga slot putri. Surabaya mendapatkan dua slot untuk masing-masing kategori.

The Nationals akan mempertemukan tim-tim dari berbagai regional untuk memperebutkan gelar nasional. Selain menjadi ajang persaingan, fase tersebut juga memberi kesempatan kepada para pemain untuk mengukur kemampuan di level yang lebih luas.

Bagi penyelenggara, perkembangan kualitas permainan di Regional Yogyakarta menjadi salah satu hal yang patut diapresiasi. Namun, keberlanjutan kompetisi dan pembinaan tetap menjadi faktor penting agar potensi atlet mahasiswa dapat berkembang.

Apresiasi Ryan Gozali, dukungan UII, serta penjelasan Dave Leopold tentang regenerasi atlet memperlihatkan tiga aspek yang saling berkaitan: kualitas kompetisi, peran perguruan tinggi, dan jalur pengembangan atlet.

Ke depan, tantangan olahraga kampus bukan hanya melahirkan juara dalam satu turnamen, melainkan juga menjaga agar semakin banyak mahasiswa memperoleh kesempatan bertanding, berkembang, dan melanjutkan prestasi ke jenjang yang lebih tinggi. []

Related posts