Pengakuan Keluarga Korban Kecelakaan Maut KA Batara Kresna vs Mobil di Sukoharjo

  • Whatsapp

BacaJogja – Suasana di ruang perawatan RSUD dr. Ir. Soekarno, Sukoharjo, terasa begitu berat. Sri Lestari (43), satu dari tiga korban selamat dalam kecelakaan maut di perlintasan rel kereta api Kelurahan Gayam, masih terbaring lemah. Tatapannya kosong, seakan tak percaya bahwa perjalanan mudik yang seharusnya membawa kebahagiaan berubah menjadi duka mendalam.

Sri Lestari, bersama suami dan anak-anaknya, berangkat dari Jakarta pada Selasa (25/3/2025). Mereka hendak pulang ke kampung halaman di Celep, Kecamatan Nguter, Sukoharjo. Bagi Sri, mudik adalah ritual tahunan. Namun, bagi suaminya, Purwanto, yang meninggal dalam insiden ini, adalah kepulangan yang jarang terjadi karena kondisi kesehatannya yang menurun.

Read More

Mobil yang mereka tumpangi, Daihatsu Sigra putih dengan nomor polisi B 2883 BYJ, melaju di jalur yang sudah begitu akrab bagi Sri. Namun, takdir berkata lain. Saat melewati perlintasan di Kelurahan Gayam, mobil mereka tertabrak Kereta Api Batara Kresna jurusan Wonogiri–Solo.

Baca Juga: Tragedi di DAM Kronggahan Sleman: Dua Bocah Tenggelam, Satu Korban Meninggal, Satu Masih Hilang

Benturan keras itu merenggut empat nyawa dalam sekejap: Agus (41), Linda (45), Nabila (15), dan Purwanto. Sementara Sri dan dua anaknya, Kanda (17) serta Saifana (15), selamat meski mengalami luka-luka serius.

Kabar kecelakaan ini mengejutkan banyak pihak, termasuk Suparjo (58), sepupu Purwanto. Ia tak tahu bahwa Purwanto dan keluarganya tengah dalam perjalanan mudik.

“Saya baru tahu kalau mereka mudik setelah ada kabar kecelakaan. Biasanya memang Sri yang rutin pulang kampung, sementara Purwanto jarang karena sakit,” ujar Suparjo saat ditemui di rumah sakit.

Suparjo masih sulit mempercayai kejadian tragis yang merenggut nyawa empat anggota keluarganya.

Baca Juga: Libur Lebaran di Jogja? Jangan Lupa Mampir ke Bazar Durian Nglanggeran 3-5 April 2025

Menurutnya, sudah empat kali Lebaran Purwanto tidak mudik ke kampung halaman di Celep, Kecamatan Nguter, Sukoharjo. Kali ini, untuk pertama kalinya setelah sekian lama, Purwanto ikut pulang, namun justru dalam keadaan yang tak pernah terbayangkan.

“Ini pertama kalinya dia mudik lagi setelah bertahun-tahun. Saya sama sekali tidak menyangka, dan tidak ada firasat apa pun sebelumnya,” lanjut Suparjo.

Kini, jenazah Purwanto bersama tiga korban lainnya telah dibawa pulang ke rumah duka. Suparjo dan pihak keluarga lainnya berusaha mengurus pemakaman dengan hati yang berat.

Baca Juga: Daftar Titik Kemacetan di Sleman Saat Mudik Lebaran 2025

“Kami semua sangat kehilangan. Ini pukulan berat bagi keluarga,” tutupnya, sebelum bergegas kembali mengurus prosesi pemakaman.

Kini, empat jenazah telah dibawa pulang ke kampung halaman untuk dimakamkan. Tangis keluarga pecah saat jenazah tiba di rumah duka. Perjalanan yang seharusnya membawa mereka ke kebahagiaan Lebaran kini menjadi perjalanan terakhir mereka. []

Related posts