Cuaca Cerah, Tak Ada Angin: Pohon Tumbang Timpa 19 Jemaah Salat Id di Pemalang

  • Whatsapp

BacaJogja – Insiden tragis terjadi di Alun-Alun Pemalang pada Senin (31/3), ketika sebuah pohon besar tiba-tiba tumbang dan menimpa jemaah yang tengah bersiap menjalankan Salat Idul Fitri. Kejadian ini mengakibatkan 19 orang menjadi korban, dengan dua di antaranya meninggal dunia dan 17 lainnya harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Kapolres Pemalang, AKBP Eko Sunaryo, menyampaikan bahwa seluruh biaya perawatan para korban akan ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Pemalang.

Read More

“Semua biaya perawatan korban di rumah sakit maupun biaya pemulasaran korban meninggal dunia ditanggung oleh pemerintah daerah,” ujar Eko.

Baca Juga: Daftar Nama dan Kondisi 13 Korban Pohon Tumbang Saat Salat Idulfitri di Alun-alun Pemalang

Dua korban meninggal dunia adalah pria berinisial R (42) dan wanita berinisial AR (39), keduanya merupakan warga Pelutan, Pemalang. Sementara itu, dua korban dalam kondisi kritis, yaitu pria berinisial R (70) dan wanita berinisial TS (68). Lima belas korban lainnya mengalami luka-luka dengan berbagai tingkat keparahan.

Penyelidikan dan Kronologi Kejadian

Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait penyebab tumbangnya pohon tersebut. Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) telah dilakukan, dan menurut keterangan saksi, pohon tumbang secara tiba-tiba meskipun cuaca sedang cerah dan tidak ada angin kencang.

“Mendadak jemaah mendengar suara ‘krek’ dari pohon yang tumbang. Saat itu, jemaah berlarian mencari tempat aman, namun beberapa di antaranya tertimpa batang pohon besar tersebut,” jelas Eko.

Baca Juga: Polemik Izin Salat Id di Lapangan Akrab: Pemdes Rempoah Cabut Penolakan dan Minta Maaf ke Muhammadiyah

Kunjungan dan Santunan bagi Korban

Kapolres Pemalang beserta jajarannya telah mengunjungi para korban yang dirawat di rumah sakit serta keluarga korban yang meninggal dunia. Dalam kesempatan tersebut, Eko juga memberikan santunan sebagai bentuk kepedulian dan belasungkawa.

“Kami mendatangi keluarga korban meninggal dunia untuk memberikan santunan serta menjenguk korban luka yang masih dalam perawatan. Kami turut berduka cita dan mendoakan mereka,” ungkapnya.

Pemerintah daerah diharapkan dapat segera mengambil langkah antisipatif untuk mencegah kejadian serupa, termasuk pengecekan kondisi pohon-pohon besar di area publik. Insiden ini menjadi pengingat akan pentingnya pemeliharaan pohon guna menghindari potensi bahaya bagi masyarakat. []

Related posts