BacaJogja – Tak hanya tangguh dalam menjaga kedaulatan bangsa, prajurit TNI juga tampil sebagai agen perubahan di tengah masyarakat. Di Yogyakarta, kiprah Kodim 0734/Kota Yogyakarta menjadi bukti nyata bahwa kekuatan militer bisa bertransformasi menjadi kekuatan sosial yang membangun dari akar rumput.
Dalam suasana hangat ramah tamah bersama para wartawan yang tergabung dalam Forum Jurnalis Jogja (2/6/2025), Komandan Kodim 0734/Kota Yogyakarta, Kolonel Inf Arif Setiyono, S.I.P., M.H.I., menyampaikan bahwa pihaknya tak sekadar menjalankan fungsi pertahanan, tetapi juga aktif dalam pembangunan wilayah bersama Pemkot Yogyakarta dan warga. “Kami memiliki banyak program untuk Kota Yogyakarta yang semakin baik,” ujar Dandim Arif.
Baca Juga: Jadwal Lengkap Takbir Keliling Iduladha 2025 di Sleman: Pawai Spektakuler dari Berbagai Penjuru
Menurutnya, keterlibatan aktif TNI dalam pembangunan daerah merupakan implementasi dari visi besar TNI: mewujudkan kekuatan yang profesional, modern, dan tangguh demi Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian dengan semangat gotong royong.
Dari Jogja Cling hingga Sarapan Gratis
Dalam tiga bulan terakhir, Kodim 0734/Kota Yogyakarta meluncurkan sejumlah program inovatif yang menyentuh langsung kehidupan warga. Beberapa di antaranya adalah Jogja Cling, Jape Methe, Babinsa Ngalong, Klinang Klinong, Sarapan Gratis, hingga Gladen Calon Prajurit.
Setiap program memiliki karakteristik unik. Misalnya, program Jogja Cling berfokus pada kebersihan lingkungan dan edukasi warga, sementara Sarapan Gratis menyasar kebutuhan gizi anak-anak dan masyarakat kurang mampu.
Kodim 0734 juga menunjukkan komitmen terhadap isu lingkungan melalui pembuatan ecobox untuk mengelola sampah non-organik. Ini menjadi bentuk dukungan nyata terhadap program penanganan sampah yang digalakkan Pemkot Yogyakarta.
Warna Baru di Jalan AM Sangaji
Tak berhenti di situ, Kodim 0734 juga tengah mematangkan konsep kolaborasi bersama pelaku pariwisata dan pelaku UMKM. Salah satu rencananya adalah menghidupkan koridor Jalan AM Sangaji dengan aktivitas ekonomi berbasis warga. “Hanya bentuk kegiatannya seperti apa, sedang kami pelajari,” ujar Dandim Arif.
Program ini diharapkan menjadi ruang kolaborasi antara kekuatan militer, pemerintah, dan masyarakat sipil, yang bergerak bersama untuk membangun Yogyakarta dari hal-hal kecil namun berdampak besar.
Baca Juga: Aksi Heroik SAR Parangtritis dan Ditpolairud Selamatkan Wisatawan dari Laka Laut
TNI yang Responsif dan Adaptif
Menurut Dandim Arif, seluruh program tersebut merupakan bagian dari misi besar TNI dalam meningkatkan profesionalisme, membangun sinergi dengan berbagai elemen bangsa, dan mewujudkan TNI yang responsif terhadap tantangan zaman. “Kami ingin prajurit Kodim 0734 memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan Kota Yogyakarta,” tegasnya.
Kodim 0734 menunjukkan bahwa TNI bisa hadir bukan hanya saat darurat, tetapi juga saat warga membangun mimpi bersama. Dari program sosial hingga revitalisasi ekonomi lokal, TNI membuktikan bahwa kekuatan sejati bukan hanya soal senjata, tetapi juga tentang keberpihakan pada rakyat. []






