Waspadai Cacing Pita di Hati Hewan Kurban, Dokter Hewan Ingatkan: Jangan Eman-eman!

  • Whatsapp
daging kurban
Daging kurban Iduladha 2025 (Ist)

BacaJogja  — Pemeriksaan kesehatan hewan kurban menjadi bagian penting dalam memastikan daging yang dibagikan kepada masyarakat memenuhi standar ASUH: Aman, Sehat, Utuh, dan Halal. Hal inilah yang dilakukan drh. Tinta Alma Asy Syafii saat memeriksa delapan ekor sapi dan delapan ekor kambing di Masjid Al Ikhlas, Kuden, Siti Mulyo, Piyungan, Bantul, pada Kamis (6/6).

Kabar baiknya, dari seluruh hewan yang diperiksa, tidak ditemukan adanya infeksi cacing pita, terutama di bagian hati dan jeroan. “Alhamdulillah, di Masjid Al Ikhlas Kuden tidak ditemukan cacing pita. Kalau hanya sedikit, bagian hati yang terkena bisa dipisahkan dan dibuang. Tapi kalau banyak, ya tidak boleh dikonsumsi,” ujar dokter hewan lulusan Universitas Gadjah Mada ini.

Read More

Baca Juga: Jogja Raya Menyala! Info Lengkap Takbir Keliling Iduladha 2025: Lokasi, Tanggal, dan Rute

Ia menegaskan pentingnya edukasi kepada masyarakat mengenai konsumsi daging yang sehat. Menurutnya, masih banyak masyarakat yang cenderung menyayangkan bagian yang rusak untuk dibuang, bahkan tetap mengonsumsinya karena takut mubazir. Padahal, penyakit seperti cacing pita bisa menular dan berbahaya bagi kesehatan.

“Biasanya penularannya terjadi karena hewan makan rumput yang mengandung telur cacing atau memakan siput yang membawa larva cacing hati,” jelas drh. Tinta, didampingi Ketua Takmir Masjid Al Ikhlas, H. Heri Sutanto, S.Pt., M.M.

tim dokter tinta
drh. Tinta Alma Asy Syafii didampingi Ketua Takmir Masjid Al Ikhlas, H. Heri Sutanto (Ist)

Lebih lanjut, drh. Tinta juga mengingatkan bahwa limbah hewan kurban, terutama feses, bisa menjadi sumber penularan jika tidak dikelola dengan baik. “Telur cacing bisa menyebar melalui lingkungan dan menular ke hewan lain atau manusia. Maka dari itu, bagian organ yang rusak sebaiknya tidak dikonsumsi karena tidak memenuhi kriteria daging ASUH,” tegasnya.

Baca Juga: Langit Bantul Menyala! Ini Jadwal Lengkap dan Rute Takbir Keliling Iduladha 2025

Masjid Al Ikhlas sendiri dikenal selektif dalam memilih hewan kurban. Heri Sutanto mengatakan, tim pembelian hewan dibekali pengetahuan tentang ciri-ciri hewan yang sehat, termasuk mengenali karakter peternak. “Kami lebih memilih peternak yang jujur dan merawat hewannya dengan baik. Bahkan, tukang sembelih kami pun harus memenuhi kriteria syar’i, seperti rajin salat dan mengaji, serta sudah bersertifikat sebagai juru sembelih halal (Juleha),” ujar Heri.

Koordinator pembagian daging kurban, Arif Nurmawan, menambahkan bahwa kondisi daging dan tulang menjadi indikator utama kesehatan hewan. “Kalau warnanya merah segar dan tulangnya keras, itu tanda hewan sehat. Kami sangat berhati-hati, kalau ditemukan cacing pita, langsung kami pisahkan dan tidak dibagikan. Tidak usah eman-eman,” tegasnya.

Pesan serupa juga ditekankan oleh drh. Tinta. Menurutnya, menjaga kesehatan diri jauh lebih penting daripada mempertahankan bagian hewan kurban yang sudah terkontaminasi. “Kalau bagian hewan sudah rusak, jangan dikonsumsi. Lebih baik kita waspada daripada menjadi korban gara-gara tidak tega membuang,” tutupnya. []

Related posts