Cinta Membusuk di Gudang Sunyi: Menguak Tragedi Sejoli di Bantul

  • Whatsapp
reka ulang pembunuhan
Adegan reka ulang kasus pembunuhan di Bantul (Ist)

BacaJogja – Di balik jeruji Mapolres Bantul, langkah kaki tersangka MRR (24) terdengar berat saat ia memerankan ulang detik-detik terakhir dari seseorang yang pernah ia cintai. Ia berdiri, kembali menjadi dirinya yang dulu—bukan sebagai pria yang ditahan, tetapi sebagai kekasih yang pulang dari kerja dan menemukan pacarnya, EDP (23), warga Sumberadi, Mlati, Sleman, sedang menggoreng bakso di dapur rumah kontrakan mereka di Manding, Kalurahan Sabdodadi, Bantul.

Rekonstruksi itu, Selasa (24/6/2025), tak sekadar menjadi prosedur hukum. Ia menjadi panggung muram yang mempertemukan kembali dua orang—yang satu hadir dalam tubuh, yang satu dalam kenangan dan serpihan tulang belulang. Di hadapan penyidik, jaksa, dan keluarga korban yang menyaksikan dengan mata berat, satu demi satu adegan dibuka: dari dialog kecil, cekcok singkat, hingga titik tragis pada adegan ketujuh.

Read More

Baca Juga: Korban Terseret Ombak di Pantai Watu Kodok Ditemukan Meninggal, Ini Kronologinya

Di titik itu, tangan MRR melingkar di leher EDP. Tidak ada dialog dalam adegan itu, hanya gerak tubuh yang kaku dan isyarat permohonan ampun dari korban. Tangannya yang kecil bersatu di depan dada, seolah berkata: “Maafkan aku.” Tapi rasa maaf tak cukup untuk menyelamatkan nyawanya. Saat tubuh EDP melemas dan rebah di lantai, MRR memeriksa napas dan nadinya—dan tak menemukannya lagi.

Tubuh EDP tak langsung dikebumikan. Ia diseret, disimpan, dan dibungkus. Tulang-belulangnya, setelah dibersihkan, dibawa pulang oleh MRR ke rumahnya di Kretek dalam kantong plastik hitam. Satu kantong lagi—berisi pakaian, rambut, dan barang-barang yang terkena cairan tubuh korban—dibakar di halaman rumah.

Dalam jumpa pers sebelumnya, MRR mengaku membunuh bukan karena kehilangan rasa, tetapi karena kehilangan kendali. Lima tahun menjalin asmara yang menurutnya penuh luka fisik dan emosional, ia menyebut sudah berulang kali mencoba pergi, namun selalu ditemukan kembali oleh EDP.

Baca Juga: Kronologi Lengkap Kecelakaan Maut di Tahura Gunungkidul: Dua Pemotor Meninggal, Sopir Panther Diduga Lalai

“Aku masih sayang,” katanya pelan. “Tapi temperamennya membuatku lelah.”

Ketika ditanya mengapa tak memilih mengakhiri hubungan, jawabannya menggantung di udara: karena cinta tak selalu cukup, dan keberanian untuk pergi kadang kalah oleh kebiasaan untuk bertahan.

Kini, cinta mereka membusuk di gudang sunyi. Seorang gadis tak pulang, seorang pria mendekam. Di antara mereka, hanya tulang dan kesaksian, serta jejak emosi yang tertinggal dalam 52 adegan menyayat hati. []

Related posts