Nasib Tragis Buruh Harian di Bantul, Meninggal akibat Kecelakaan Kerja

  • Whatsapp
kecelakaan kerja bantul
Buruh harian meninggal setelah terjatuh saat pasang plafon.(Polres Bantul)

BacaJogja – Seorang buruh harian lepas berinisial T (56), warga Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul, meninggal dunia setelah terjatuh dari lantai dua rumah saat memasang plafon. Peristiwa tragis itu terjadi pada Rabu (16/7/2025) sekitar pukul 18.30 WIB di Dusun Ngebel, Kalurahan Tamantirto, Kapanewon Kasihan, Bantul.

Kasi Humas Polres Bantul, AKP I Nengah Jeffry Prana Widnyana, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia mengatakan, korban mengalami kecelakaan kerja saat tengah memasang plafon di lantai dua rumah milik seorang dokter. “Korban jatuh saat bekerja dan meninggal di lokasi. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan,” ujar AKP Jeffry, Kamis (17/7/2025).

Read More

Baca Juga: Jogja Culture Show Kembali Hadir! Saksikan KENESAN di Embung Giwangan Yogyakarta

Menurut keterangan saksi mata berinisial AAR (21), suara keras terdengar dari arah lantai dua sesaat sebelum kejadian. Biasanya, korban akan memanggil saksi untuk membantu mengambilkan alat jika ada yang jatuh. Namun kali ini tidak ada suara sama sekali.

Merasa curiga, sekitar 30 menit kemudian saksi mengecek keadaan korban melalui jendela. Ia terkejut melihat korban sudah tergeletak kaku di lantai dua, tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan. AAR langsung lari turun dan memberi tahu pemilik rumah.

Pemilik rumah yang berprofesi sebagai dokter langsung melakukan pemeriksaan awal. Denyut nadi korban nyaris tak terasa. Upaya resusitasi jantung paru (RJP) pun dilakukan, namun tak membuahkan hasil. Pupil mata korban membesar, tanda bahwa nyawanya telah melayang.

Baca Juga: Viral Scoopy di Gunungkidul: Warga Heboh Pemilik Masih Misterius

Tim medis dari RS PKU Gamping dan Kelurahan Tamantirto segera datang bersama petugas Polsek Kasihan, Tim Inafis Polres Bantul, PMI, dan BPBD untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya pendarahan pada hidung dan telinga korban. Selain itu, terdapat memar dan pergeseran pada tulang hidung. Tidak ditemukan luka terbuka atau tanda kekerasan lain.

Setelah dinyatakan meninggal dunia akibat kecelakaan kerja, jenazah korban dibawa ke RS PKU Bantul untuk proses pembersihan sebelum dimakamkan.

Pihak keluarga menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan takdir. Mereka memilih untuk tidak menempuh jalur hukum. []

Related posts