Pemuda di Bantul Nekat Ingin Bunuh Diri, Polisi Lakukan Evakuasi Dramatis

  • Whatsapp
percobaan bunuh diri
Pemuda di Bantul melakukan percobaan bunuh diri, namun berhasil diselamatkan. (Polres Bantul)

BacaJogja – Kepolisian bersama sejumlah pihak berhasil mengevakuasi seorang pemuda yang melakukan percobaan bunuh diri di Dusun Ngijo RT 03, Bangunharjo, Sewon, Bantul, Minggu (10/8/2025) sore. Pemuda tersebut diketahui bernama FM (25), lulusan Universitas Ahmad Dahlan jurusan Teknik Industri.

Kasihumas Polres Bantul, AKP I Nengah Jeffry, menjelaskan peristiwa bermula sekitar pukul 10.00 WIB saat pelaku mengikuti perlombaan 17 Agustus di kampung. “Pelaku sempat pulang ke rumah mengeluh pusing, lalu dikerik oleh ibunya. Namun ia tidak mau istirahat dan kembali keluar rumah,” ujar Jeffry.

Read More

Baca Juga: Truk Rem Blong Terjun ke Jurang di Kulon Progo, Sopir Luka dan Dilarikan ke RSUD Wates

Beberapa waktu kemudian, pelaku kembali ke rumah dan berbicara dengan tetangga yang sedang memperbaiki pompa air. Tanpa diduga, pelaku membawa palu dan obeng, meminta tetangga menjauh karena ingin bunuh diri. “Pelaku kemudian melompat ke sumur sedalam 3 meter dengan ketinggian air sekitar 1,5 meter. Beruntung berhasil dibujuk untuk naik,” imbuh Jeffry.

Namun, setelah keluar dari sumur, pelaku mengambil parang dan naik ke atap rumah sambil mengancam akan mengakhiri hidupnya. Petugas Polsek Sewon yang tiba di lokasi berhasil membujuknya turun. Pelaku sempat meminta mediasi dengan keluarga dan perangkat dusun, tetapi kemudian kembali naik ke atap sambil melakukan siaran langsung di Instagram. Teman-teman kuliahnya yang datang akhirnya berhasil membujuknya turun.

Baca Juga: Uji Coba Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Laksda Adisutjipto Sleman untuk Kurangi Kemacetan

Pelaku kemudian dibawa menggunakan mobil siaga FPRB Bangunharjo ke RS Jiwa Klaten untuk mendapatkan perawatan. “Dalam evakuasi ini, kami melibatkan Polsek Sewon, BPBD Bantul, PMI Bantul, Bhabinkamtibmas, FPRB Bangunharjo, dan Linmas,” kata Jeffry.

Dari keterangan keluarga dan warga, pelaku diketahui mengalami halusinasi dan memiliki riwayat keluarga dengan gangguan jiwa. Ia juga sempat mengeluhkan masalah tanah keluarga yang disewakan untuk kos, serta menolak tinggal di rumah tersebut. Beruntung, upaya evakuasi berjalan lancar tanpa korban jiwa. []

Related posts