BacaJogja – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kulon Progo bersama LAZISNU DIY dan sejumlah mitra strategis menggelar koordinasi pengembangan Kota Wakaf dan Inkubasi Wakaf Produktif. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Riptaloka Kemenag Kulon Progo ini menjadi langkah penting memperkuat peran wakaf sebagai instrumen pemberdayaan umat.
Acara ini diikuti oleh para nadzir serta pemangku kepentingan terkait, dengan fokus pada tindak lanjut pengelolaan wakaf produktif agar semakin berdampak nyata bagi masyarakat.
Wakaf Lebih dari Sekadar Ibadah Jariyah
Kepala Kemenag Kulon Progo, H.M. Wahib Jamil, S.Ag., M.Pd., menegaskan bahwa wakaf tidak boleh dipahami sebatas untuk tanah makam atau masjid. Lebih jauh, wakaf memiliki potensi besar untuk dikelola secara produktif, mendukung pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, hingga pengentasan kemiskinan.
Baca Juga: Kecelakaan Maut di Klaten, Perangkat Desa Pokak Ceper Meninggal
“Wakaf bukan hanya soal manfaat dunia, tetapi juga komitmen ibadah yang akan dipertanggungjawabkan di akhirat. Karena itu, para nadzir perlu segera mengoptimalkan penataan dan pengelolaan lahan wakaf agar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh umat,” ujarnya.
Pilot Project Inkubasi Wakaf Produktif
Gara Zakat dan Wakaf Kemenag Kulon Progo, Haris Widiyanto, S.H., menjelaskan bahwa inkubasi wakaf produktif akan dimulai pada tiga unit usaha, yakni:
- Kebun Markisa di Galur (pengelola PCM Galur) dengan nilai manfaat Rp75 juta.
- Empon-Empon Sejahtera di Kalibawang–Kokap–Girimulyo dengan target pendanaan Rp100 juta dari investor/funding.
- Usaha Air Mineral PCNU Wates dengan nilai manfaat Rp75 juta.
Baca Juga: Layanan SIM Keliling Polda DIY Hadir di Bantul, Warga Antusias Perpanjang SIM
“Para nadzir tidak hanya mengelola dana stimulan, tetapi juga memegang tanggung jawab moral menyukseskan program wakaf produktif. Program ini menjadi pilot project yang diharapkan bisa menjadi acuan pengembangan usaha wakaf ke depan,” tegas Haris.
Menuju Ekosistem Kota Wakaf
Melalui kegiatan ini, konsep Kota Wakaf diperkenalkan sebagai ekosistem pemberdayaan berbasis wakaf yang menyatu dengan kehidupan masyarakat sehari-hari. Sementara itu, Inkubasi Wakaf Produktif dirancang untuk mendampingi para nadzir agar mampu mengelola wakaf secara profesional, modern, dan berkelanjutan.
Dengan sinergi ini, diharapkan Kulon Progo dapat menjadi contoh daerah yang sukses mengembangkan wakaf produktif sekaligus menghadirkan manfaat luas bagi kesejahteraan umat.(Markaban Anwar)






