BMKG: Yogyakarta Potensi Diguyur Hujan Lebat hingga 27 Oktober, Warga Diminta Waspada

  • Whatsapp
hujan
hujan deras (BacaJogja)

BacaJogja – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Yogyakarta memperingatkan masyarakat agar mewaspadai potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang pada 25–27 Oktober 2025. Kondisi ini disebabkan oleh kombinasi dinamika atmosfer yang aktif di wilayah Indonesia bagian selatan.

Kepala Stasiun Meteorologi Yogyakarta Warjono, S.Si., M.Kom. menjelaskan, suhu muka laut di Laut Jawa dan Samudra Hindia Selatan Jawa saat ini berada pada kisaran 27–31°C dengan anomali antara 0,5–3,0°C. “Kondisi ini menyebabkan peningkatan suplai uap air ke atmosfer sehingga mendukung pembentukan awan hujan di wilayah Yogyakarta,” ujar Warjono, Jumat (24/10/2025).

Read More

Baca Juga: Bank Jakarta Resmikan KCP UNS: Dekat Komunitas Kampus, Dorong Literasi Keuangan Mahasiswa

Selain itu, fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) yang sedang aktif di perairan Indonesia juga turut memperkuat potensi pertumbuhan awan hujan. “Kami juga mendeteksi adanya beberapa pusat tekanan rendah di Samudra Hindia Barat Sumatera, Laut Maluku, Laut Cina Selatan, dan perairan barat Mindanao. Ini memicu terbentuknya konvergensi dan belokan angin di atas wilayah Jawa, termasuk DIY,” tambahnya.

Dari hasil analisis vertikal, kelembapan udara di lapisan 1,5–3,0 km berada pada 75–95 persen, kondisi yang sangat mendukung terjadinya hujan hampir sepanjang hari.

Untuk periode 25–27 Oktober 2025, BMKG memperkirakan:

  • 25 Oktober 2025: Berpotensi hujan sedang hingga lebat di seluruh wilayah DIY. Tinggi gelombang laut 1,25–2,5 meter (kategori sedang).
  • 26 Oktober 2025: Berpotensi hujan ringan di seluruh wilayah DIY. Tinggi gelombang laut tetap 1,25–2,5 meter.
  • 27 Oktober 2025: Berpotensi hujan sedang di Sleman bagian utara dan Kulon Progo bagian utara; hujan ringan di Kota Yogyakarta, Bantul, Gunungkidul, Sleman bagian selatan, dan Kulon Progo bagian selatan.

Baca Juga: Mengembalikan Kejayaan Gula Bantul, Petani Bangunjiwo Mulai Tanam Perdana Tebu

Warjono mengingatkan agar masyarakat tetap berhati-hati menghadapi potensi cuaca ekstrem yang bisa menimbulkan bencana hidrometeorologi. “Kami mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap kemungkinan banjir, tanah longsor, puting beliung, pohon tumbang, maupun sambaran petir, terutama di wilayah rawan bencana,” ujarnya.

Ia juga menegaskan pentingnya masyarakat memantau informasi cuaca terbaru secara berkala. “Silakan manfaatkan kanal resmi BMKG, mulai dari situs web, aplikasi InfoBMKG, hingga akun media sosial resmi kami. Jangan lupa juga berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait kebencanaan seperti BPBD atau FPRB,” pesan Warjono. []

Related posts