Satu Tiket Retribusi Rp15 Ribu untuk Semua Pantai Bantul, Warganet: Mahal, Tak Cocok UMR Jogja

  • Whatsapp
retribusi pantai bantul
Setelah Jembatan Pandansimo resmi beroperasi, Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kini bergeser ke selatan jalur Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS). (Ist)

BacaJogja – Kebijakan baru Pemkab Bantul terkait penarikan retribusi di kawasan pantai selatan kembali menjadi sorotan publik. Setelah Jembatan Pandansimo resmi beroperasi, Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kini bergeser ke selatan jalur Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS).

Dengan perubahan itu, sistem masuk kawasan pantai juga ikut menyesuaikan. Namun, tarif retribusi sebesar Rp15 ribu per orang untuk semua pantai di wilayah Bantul justru menuai banyak komentar dari warganet.

Read More

Salah satu pengguna media sosial menilai, tarif tersebut tidak cocok dengan kondisi ekonomi warga DIY. “Kemahalan, nggak cocok sama UMR Yogyakarta tercinta. Contohlah pantai Mlarangan Asri di Kulon Progo, nggak ada tiket masuk, cuma bayar parkir. Pengunjung ramai, pedagang juga laris,” tulis salah satu warganet di fanspage Facebook Informasi Yogyakarta.

Baca Juga: Mancing Casting Berujung Duka, Remaja Asal Lendah Tenggelam di Sungai Progo

Komentar lain juga menyoroti dampak sosial dari kebijakan tersebut. “Aku cuma pengin ke pantai buat terapi alami, tapi kalau parkir dan jajan juga mahal, mending di rumah saja. Kasihan wong cilik seperti aku,” keluh pengguna lainnya.

Bahkan, ada pula warganet yang meminta Pemkab Bantul meninjau ulang kebijakan retribusi tersebut, dengan mempertimbangkan daya beli masyarakat dan dampaknya bagi pedagang kecil di sekitar pantai.

“Mosok pengen masuk satu pantai bayar seharga semua pantai? Mbok ya bijak, Pak. Banyak rakyatmu cuma pengen ke pantai buat cari angin, bukan wisata mahal,” tulis komentar lain.

Baca Juga: Festival Perak Kotagede 2025: Jejak Tradisi Yogyakarta yang Menyala dalam Inovasi Modern

Kendati demikian, pemerintah daerah beralasan kebijakan penyatuan retribusi ini dilakukan untuk menyesuaikan sistem akses baru pasca pembangunan Jembatan Pandansimo, serta mendukung pengelolaan pariwisata yang lebih terpadu.

Meski begitu, perdebatan di ruang publik menunjukkan bahwa tarif retribusi wisata masih menjadi isu sensitif di tengah ekonomi masyarakat yang belum sepenuhnya pulih.

Bagaimana menurut kamu, apakah tarif Rp15 ribu ini sudah wajar atau sebaiknya ditinjau ulang? []

Related posts