BacaJogja – Pemerintah Kabupaten Sleman terus mengupayakan penurunan angka kemiskinan melalui berbagai strategi lintas sektor. Target ambisius telah ditetapkan, yakni menekan angka kemiskinan hingga hanya 5 persen pada tahun 2030. Salah satu langkah nyata yang diambil adalah penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat.
Sekretaris Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Dinkop UKM) Kabupaten Sleman, Siti Istiqomah Tjatur Sulistijaningtyas, menjelaskan bahwa pembinaan UMKM kini juga diarahkan untuk menjangkau keluarga miskin (KK miskin). Melalui berbagai kegiatan pelatihan dan bimbingan teknis (bimtek), pihaknya menargetkan minimal 10 persen peserta berasal dari keluarga miskin.
“Setiap kegiatan pembinaan kami intervensi agar menyasar KK miskin. Mereka kami berikan kesempatan untuk ikut pelatihan agar bisa mandiri dan naik kelas dari miskin menjadi rentan miskin, lalu tidak miskin,” ujarnya.
Baca Juga: Sri Sultan: Bus Sekolah Rakyat Jadi Jembatan Mimpi Anak Bangsa
Kebijakan ini telah diperkuat dengan SK Kepala Dinas Koperasi UKM Nomor 49 Tahun 2025 tentang Ketentuan Peserta Pelatihan Dinkop UKM Sleman. Dalam pelaksanaannya, data peserta diverifikasi berdasarkan daftar masyarakat miskin dari Dinas Sosial.
“Misalnya ada 50 peserta pelatihan, minimal lima di antaranya harus KK miskin. Kalau lebih, justru lebih bagus,” tambah Siti.
Pelatihan Tepat Sasaran, UMKM Sleman Terus Bertumbuh
Hingga tahun 2025, jumlah UMKM di Sleman mencapai 110.391 unit, menunjukkan pertumbuhan yang positif. Dinkop UKM Sleman juga terus menyesuaikan tema pelatihan dengan aspirasi masyarakat, mulai dari pelatihan pemasaran online, pengemasan produk, hingga pengelolaan keuangan usaha.
“Respon peserta sangat positif, baik dari pelaku usaha miskin maupun non-miskin. Ke depan, kami akan terus berbenah agar pelatihan lebih efektif dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkap Siti.
Selain pelatihan, Pemkab Sleman juga menyediakan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) sebagai tempat konsultasi bisnis, pelatihan, hingga fasilitasi pemasaran bagi UMKM.
Ketua Tim Kerja Fasilitasi Layanan dan Pembiayaan PLUT Sleman, Werdiningsih, mengatakan permintaan pelatihan dari kapanewon dan kalurahan terus meningkat.
Baca Juga: Puncak Musim Hujan 2025 Sudah Tiba, BMKG Ingatkan Siaga Cuaca Ekstrem!
“Kalau ada usulan pelatihan, kami koordinasi dulu dengan pengusul. Kalau peserta belum ada, kami bantu rekrutmen dan seleksi agar merata, termasuk memastikan prioritas bagi pelaku usaha yang belum pernah difasilitasi,” jelasnya.

PLUT juga membuka Lapak UMKM Sembada, sebuah ruang bagi pelaku usaha—terutama yang belum memiliki tempat usaha—untuk memasarkan produknya secara langsung.
“Lapak UMKM Sembada terbuka bagi siapa pun yang ingin berjualan, terutama bagi pelaku usaha dengan keterbatasan anggaran,” imbuhnya.
Dukungan DPRD Sleman: UMKM Miskin Perlu Diperkuat
Sementara itu, Anggota Komisi B DPRD Sleman, Dara Ayu Suharto, menilai upaya Dinkop UKM dan PLUT Sleman sudah berada di jalur yang tepat. Namun, dukungan lintas pihak perlu terus diperkuat agar pelaku UMKM dari kalangan miskin bisa bertahan di tengah persaingan pasar.
Baca Juga: Viral! Perempuan Numpang Tidur di Masjid Jogokariyan Memarahi Takmir: “Kamu Vampir, Sampah!”
“Mereka sering terkendala modal dan pemasaran. Karena itu, bimtek dan pelatihan harus terus dilaksanakan dan dianggarkan. Dari program pokir juga bisa digunakan untuk mendukung kegiatan semacam ini,” ujarnya.
Dara juga mendorong para pelaku UMKM agar aktif menjalin komunikasi dengan DPRD dan dinas terkait.
“Monggo berkomunikasi dengan kami dan dinas. Jangan pantang menyerah. Kami siap membantu agar kendala di lapangan bisa teratasi,” pungkasnya.
Langkah Nyata Menuju Sleman Bebas Kemiskinan
Upaya kolaboratif antara pemerintah, DPRD, dan masyarakat pelaku usaha menjadi kunci menuju Sleman bebas kemiskinan pada 2030. Melalui penguatan kapasitas UMKM, penyediaan pelatihan inklusif, dan pembukaan akses pemasaran, Pemkab Sleman berharap ekonomi kerakyatan semakin kokoh dan keluarga miskin dapat bertransformasi menjadi wirausaha mandiri. []






