Dakwah Bil Hal: JATAM Girimulyo Kulon Progo Berdayakan Petani Lewat Pelatihan Budidaya Kopi

  • Whatsapp
kopi girimulyo
Pelatihan JATAM Girimulyo menghadirkan Pak Sukijo, juara Festival Kopi 2025. Kegiatan ini menegaskan dakwah Muhammadiyah melalui pemberdayaan ekonomi petani kopi di Girimulyo. (Ist)

BacaJogja – Dakwah Muhammadiyah kembali tampil dalam bentuk yang lebih luas dan membumi. Tidak hanya melalui mimbar dan pengajian, gerakan dakwah juga diwujudkan melalui penguatan ekonomi masyarakat. Hal ini tampak dalam Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pengurus Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM) Girimulyo yang digelar di Kebun Kopi Pak Sukijo, Prangkokan, Purwosari, Girimulyo.

Kegiatan yang berlangsung pukul 08.30–13.00 WIB ini diikuti 20 peserta, menghadirkan narasumber utama Pak Sukijo, petani kopi berprestasi yang meraih Juara Festival Kopi 2025.

Read More

Penguatan Kapasitas Petani Sebagai Dakwah Berkemajuan

Ketua JATAM DIY, Pak Luqman, menegaskan bahwa pemberdayaan petani adalah bagian penting dari dakwah Muhammadiyah.

“Dakwah Muhammadiyah harus menyentuh kebutuhan nyata masyarakat. Dengan memperkuat sektor pertanian, kita meningkatkan kesejahteraan sekaligus menanamkan nilai kemandirian dan kerja keras,” ujarnya.

Pelatihan ini mengangkat materi budidaya kopi dan teknik sambung kopi, salah satu strategi meningkatkan kualitas sekaligus produktivitas tanaman kopi.

Berbagi Teknik Budidaya dari Juara Festival Kopi 2025

Dalam sesi inti pelatihan, Pak Sukijo membagikan praktik terbaik budidaya kopi yang mengantarkannya menjadi juara festival tingkat nasional. Materi mencakup:

  • pemilihan bibit unggul
  • teknik pemeliharaan tanaman
  • pemangkasan dan pemupukan
  • pengendalian hama ramah lingkungan
  • praktik teknik sambung kopi langsung di kebun

“Teknik sambung sangat penting untuk memperbaiki varietas. Jika dilakukan dengan benar, produktivitas tanaman naik dan kualitas buah meningkat,” jelasnya saat memandu praktik lapangan.

Ketua MPM PDM KP, Pak Wakhid, menilai pelatihan ini sebagai bentuk nyata dakwah bil hal—dakwah melalui tindakan konkret.

“Kita tidak hanya memberi ceramah, tetapi juga solusi. Ketika petani meningkat kesejahteraannya, di situlah dakwah memberikan dampak,” ungkapnya.

Lurah Purwosari, Hj. Sri Murtini, turut memberikan apresiasi atas inisiatif JATAM. “Program seperti ini sejalan dengan upaya meningkatkan ekonomi berbasis potensi lokal. Sinergi dengan organisasi masyarakat sangat penting,” tuturnya.

Ketua JATAM KP, Ngadiran, menyebut pelatihan ini sebagai langkah awal untuk memperkuat citra Kopi Girimulyo. “Kami akan menindaklanjuti dengan pendampingan agar ilmu yang diperoleh benar-benar diterapkan,” katanya.

Peserta Rasakan Manfaat Langsung

Salah satu peserta mengaku mendapatkan wawasan serta motivasi baru. “Kami tidak hanya mendapat ilmu, tetapi juga semangat untuk terus berkembang. Ini membuktikan bahwa dakwah bisa hadir lewat pemberdayaan ekonomi,” ungkapnya.

Lewat pelatihan ini, Muhammadiyah menunjukkan konsistensi dakwah yang adaptif dengan kebutuhan zaman. Dakwah tidak berhenti pada aspek spiritual, tetapi turut menyentuh ekonomi, pendidikan, dan sosial.

Pelatihan budidaya dan sambung kopi ini menjadi bukti bahwa dakwah mampu menghadirkan solusi konkret bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. []

Related posts