BacaJogja – Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir Oktober 2025 berhasil mendorong perekonomian Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terus menunjukkan tren positif. Data terbaru mencatat pertumbuhan ekonomi regional DIY mencapai 5,40% (yoy) atau 0,23% (qtq).
Sejumlah indikator ekonomi seperti inflasi, daya beli petani, ekspor daerah, dan sektor pariwisata juga memperlihatkan perkembangan signifikan dan mengarah ke pemulihan penuh.
Belanja Negara Capai Rp16,66 Triliun
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi DIY (Kanwil DJPb DIY), Agung Yulianta, menjelaskan bahwa hingga akhir Oktober 2025 realisasi Belanja Negara telah mencapai Rp16,66 triliun. Meski terdapat kontraksi pada beberapa komponen seperti Belanja Barang dan Belanja Modal dalam Belanja Pemerintah Pusat (BPP), pemerintah tetap mengoptimalkan kinerja belanja untuk menjaga daya beli masyarakat dan mendukung program strategis nasional.
Baca Juga: Yogyakarta Dukung Penuh Fitur e-Audit Katalog Versi 6 untuk Cegah Korupsi Pengadaan Barang/Jasa
“Belanja Pemerintah Pusat (BPP), Belanja Pegawai, dan Belanja Bantuan Sosial masih konsisten mendorong realisasi belanja pemerintah pusat,” ujar Agung dalam siaran pers “Realisasi APBN Regional DIY hingga 31 Oktober 2025” pada Selasa (2/12/2025).
Ia menambahkan bahwa proses blokir efisiensi mulai direlaksasi, sementara termin kontrak untuk belanja modal di atas 50% telah dijadwalkan pada semester II.
Dana Keistimewaan Sudah 100% Terserap
Kinerja Belanja Transfer ke Daerah (TKD) juga menunjukkan hasil menggembirakan. Dana Keistimewaan DIY telah terserap 100% atau Rp1 triliun, sementara total realisasi TKD telah mencapai 86,42% dari pagu hingga akhir Oktober 2025. Penyerapan ini berkontribusi pada kelancaran program pembangunan dan tata budaya keistimewaan DIY.
Dari sisi pendapatan, APBN juga menunjukkan kinerja kuat. Hingga Oktober 2025, Pendapatan Negara DIY mencapai Rp8,07 triliun atau 71,24% dari target. Sumber tertinggi berasal dari Penerimaan Pajak dengan realisasi Rp5,77 triliun, didominasi PPh, Cukai, dan Bea Masuk. Masing-masing keberhasilan kontribusinya tercatat:
- PPh: 61,52%
- Cukai: 78,49%
- Bea Masuk: 79,18%
Tidak hanya itu, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) juga tumbuh 10,81% (yoy) yang dipicu peningkatan pendapatan Badan Layanan Umum (BLU) sebesar 17,09%, terutama dari jasa pelayanan rumah sakit dan pendidikan.
Baca Juga: Hiu Tutul Terdampar Beruntun di Bantul dan Purworejo, Warga Heboh: Apakah Ikan yang Sama?
Fondasi Ekonomi Semakin Kuat
Agung menegaskan bahwa capaian ini menjadi bukti nyata bahwa APBN menjalankan fungsi pentingnya bagi masyarakat.
“APBN hadir di masyarakat sebagai instrumen fiskal yang dikelola secara hati-hati namun tetap ekspansif untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan memperkuat fondasi ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global,” tegasnya.
Dengan tren positif ini, DIY diproyeksikan terus menjadi salah satu daerah dengan pertumbuhan ekonomi stabil di Indonesia, terutama didukung sektor pariwisata, pendidikan, industri pengolahan, dan ekonomi kreatif. []






