BacaJogja – Puncak Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia 2025 yang berlangsung di Bangsal Kepatihan Yogyakarta menghadirkan pesan penting dari Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X. Dalam sambutannya, Sultan menegaskan pentingnya gerakan antikorupsi yang dimulai dari tingkat pemerintahan paling dasar hingga perubahan perilaku masyarakat.
Acara ini dihadiri Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri PPPA Arifah Choiri Fauzi, Ketua KPK Setyo Budiyanto, para pimpinan daerah, hingga pegiat integritas dari berbagai wilayah Indonesia.
Warisan Ajaran Leluhur tentang Bahaya Korupsi
Dalam pidatonya, Sultan mengangkat kembali nilai budaya Yogyakarta terkait integritas. Ia mengutip Serat Piwulang Sri Sultan HB I yang menegaskan bahwa korupsi adalah tindakan yang selalu meninggalkan jejak dan merusak martabat.
Baca Juga: Polisi Tangkap Remaja Bawa Celurit Usai Terlibat Kecelakaan di Jalan Imogiri Barat
Ajaran tersebut relevan dengan konteks hari ini, mengingat korupsi bukan sekadar pelanggaran hukum, melainkan perilaku yang mencederai nilai moral masyarakat.
Sultan menegaskan bahwa pencegahan korupsi harus dimulai dari kalurahan, sebagai unit pemerintahan terdekat dengan masyarakat.
Melalui Peraturan Gubernur DIY Nomor 40 Tahun 2023 tentang Reformasi Kalurahan, Pemda DIY mendorong:
- Penguatan tata kelola
- Transparansi anggaran
- Digitalisasi layanan
- Pengendalian gratifikasi
- Partisipasi masyarakat
- Pengawasan publik
Reformasi Birokrasi Kalurahan menjadi instrumen utama untuk membangun pemerintahan yang efektif, akuntabel, dan bebas KKN.
Komitmen DIY pada Program Nasional Antikorupsi
Sultan juga menegaskan bahwa Pemda DIY aktif dalam berbagai program nasional seperti:
- Pariwara Antikorupsi
- Monitoring Controlling Surveillance for Prevention (MCSP)
- Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK)
- Survei Penilaian Integritas (SPI)
- Piloting Learning Management System (LMS) Pembelajaran Integritas ASN
Di tingkat lokal, Pemda DIY bekerja sama dengan PAKSIJI (Penyuluh Antikorupsi Sahabat Integritas Jogja Istimewa) untuk pendidikan publik dan kampanye perubahan perilaku.
Komitmen Negara Melawan Korupsi
Kehadiran Menteri dan Ketua KPK, menurut Sultan, adalah simbol tekad negara dalam menyeimbangkan antara penegakan hukum, pengawasan tegas, dan keteladanan para pemimpin. “Pemberantasan korupsi adalah perjuangan bangsa menjaga martabat,” tegas Sultan.
Pidato Sultan HB X dalam Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia 2025 menjadi penegasan penting bahwa pemberantasan korupsi membutuhkan gerakan bersama, dimulai dari tingkat lokal hingga nasional. Reformasi kalurahan, pendidikan integritas, dan komitmen para pemimpin menjadi kunci pencegahan korupsi berkelanjutan.
Di akhir pidatonya, Sultan mengajak masyarakat DIY menunjukkan empati bagi korban bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, baik melalui bantuan materi maupun doa. []






