BacaJogja – Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2025 di Yogyakarta dibuka dengan kemeriahan luar biasa melalui Pawai Budaya Hakordia 2025 yang berlangsung sepanjang Jalan Malioboro hingga Titik 0 Kilometer pada Sabtu (06/12). Ribuan wisatawan dan masyarakat memadati kawasan ikon wisata tersebut untuk menyaksikan atraksi seni budaya dan kampanye antikorupsi.
Sekitar 500 peserta pawai terlibat dan menampilkan pertunjukan seni seperti Sedhut Senut, Tari Sekar Kinanthi, Jum’at Gombrong, Edan-edanan, hingga Jathilan. Konvoi pesepeda beratribut kampanye antikorupsi, mobil listrik, becak listrik, serta Marching Band AAU turut menambah kemeriahan karnaval.
Pawai secara resmi dilepas melalui prosesi kickoff di depan Kantor DPRD DIY oleh Wakil Ketua DPRD DIY, Ummarudin Masdar, bersama Plt. Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK, Aminudin.
Setibanya di Titik 0 Kilometer dilaksanakan penyerahan simbolis Sapu Emas kepada Wakil Ketua KPK, Ibnu Basuki Widodo, yang turut didampingi Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, serta Wakil Ketua KPK, Agus Joko Pramono.
Dalam pesan integritasnya, Wakil Ketua KPK Ibnu Basuki Widodo menegaskan bahwa keberadaan KPK adalah mandat rakyat, bukan pemberian kekuasaan.
“Komisi Pemberantasan Korupsi lahir dari Rahim Ibu Reformasi. Ia bukan pemberian atau hadiah dari penguasa, tapi hadir karena desakan rakyat,” ujarnya di hadapan ribuan masyarakat.
Ia menambahkan bahwa melawan korupsi adalah amanat luhur bangsa. “Seberapapun majunya ekonomi dan teknologi, negeri akan hancur jika korupsi menguasai. Melawan korupsi harus dijaga, dirawat, dan terus diupayakan.”
Nada Wicara Hakordia 2025: Gaungkan Sinergi Antikorupsi
Malam harinya, rangkaian peringatan dilanjutkan melalui agenda Nada Wicara Hakordia 2025 di Titik 0 Kilometer. Acara menghadirkan dialog publik bersama Ketua KPK, Setyo Budiyanto; mantan Ketua KPK 2010–2014, M. Busyro Muqoddas; dan musisi Noe Letto, dengan antusiasme masyarakat yang kembali memenuhi pusat kota.
Baca Juga: Pentingnya Merek dan Branding bagi UMKM: Fondasi Proteksi dan Kunci Loyalitas Konsumen
Plt. Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK, Aminudin, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah DIY dan masyarakat atas dukungan pelaksanaan Hakordia. Ia menegaskan bahwa Yogyakarta dipilih sebagai tuan rumah karena kualitas tata kelola pemerintahan yang baik.
“Ada pertimbangan-pertimbangan kenapa Kota Yogyakarta dipilih sebagai pusat perayaan Hakordia 2025. Salah satunya adalah tata kelola yang baik yang berhasil diraih oleh Pemerintah Daerah DIY,” jelasnya.
Mengusung tema “Satukan Aksi, Basmi Korupsi”, Aminudin menekankan bahwa pemberantasan korupsi harus dilakukan bersama oleh seluruh komponen bangsa. “Korupsi adalah musuh bersama dan harus kita basmi.”
Sementara itu, Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Hermawan, menilai penyelenggaraan Hakordia berdampak strategis bagi penguatan tata kelola dan citra Yogyakarta sebagai kota berintegritas.
Baca Juga: Yogyakarta Kerahkan 500 Truk Kebut Pengosongan Depo Sampah 500 Ton Jelang Libur Nataru 2025
Ia menegaskan komitmen pemerintah kota agar pembangunan bersifat inklusif dan mampu menyelesaikan persoalan masyarakat, termasuk kelompok rentan, lansia, anak-anak, perempuan, dan kaum miskin.
Dengan rangkaian kegiatan yang paling meriah selama pelaksanaan Hakordia, Yogyakarta kembali menegaskan diri sebagai role model integritas dan tata kelola pemerintahan yang baik. Semangat kolaborasi, budaya, dan edukasi antikorupsi menjadi pesan utama untuk seluruh masyarakat Indonesia. []






