Suasana Ibadat Tobat di Kapel Ponggol Pakem Sleman Saat Pagebluk

  • Whatsapp
Kapel Ponggol
Suasana ibadat tobat di Kapel Ponggol Pakem Sleman saat pandemi (Foto:Lusiana Indah Lestari)

Sleman – Menjelang Natal, seluruh umat Kristiani diharapkan untuk mengikuti ibadat tobat dan melakukan pengakuan dosa. Hal tersebut dilakukan agar dapat menyucikan diri dan mempunyai hati yang bersih untuk menyambut sang Juru Selamat Yesus Kristus.

Meskipun dalam masa pagebluk, Ibadat tobat dan pengakuan dosa harus tetap dilaksanakan dengan mengikuti protokol kesehatan. Seperti yang dilakukan pada Senin, 6 Desember 2021 di Kapel Ponggol yang berlokasi di Desa Ponggol, Kalurahan Hargobinangun, Kapanewon Pakem, Kabupaten Sleman, Yogyakarta.

Read More

Baca Juga: 94 Tahun Paroki Boro Kalibawang Kulon Progo Menampilkan Seni Slaka

Ibadat tobat dan pengakuan dosa ini diikuti oleh warga sekitar karena Kapel Ponggol tidak menerima umat dari luar lingkungan untuk mengantisipasi menyebarnya virus Covid-19. Ibadat yang dilaksanakan dari pukul 16.30-18.30 ini dilaksanakan tetap dalam protokol kesehatan seperti menjaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan sebelum masuk kapel.

Para umat pun mematuhi protokol kesehatan dengan baik. Walaupun dalam masa pandemi seperti sekarang ini, umat Kristiani tetap semangat dalam menyambut kehadiran Sang Juru Selamat.

Baca Juga: Gegana Jibom Sterilisasi Gereja Santo Antonius Kotabaru Yogyakarta

Pelaksanaan ibadat tidak seperti pada tahun tahun sebelumnya. Tahun ini dilakukan secara sederhana tetapi tetap dengan penuh rasa syukur. Walaupun masa pandemi tetapi pasti selalu ada hal yang patut di syukuri.

Umat Kristiani yang hadir pun tidak sebanyak pada tahun sebelumnya. Hal itu demi kebaikan semuanya dan demi mengikuti anjuran
protokol kesehatan.

Selama ini Kapel Ponggol tetap melaksanakan ibadah misa pada hari Sabtu sore pukul 17.00 WIB. Pada masa pandemi tetapi selalu dalam pengawasan yang ketat. Semua umat yang hadir harus memakai masker, mencuci tangan, cek suhu, serta anak di bawah 7 tahun, ibu hamil, sakit tidak boleh mengikuti ibadah.

Baca Juga: Yogyakarta Dulu Ada 19 Pabrik Gula Kini Tinggal Madukismo, Berikut Daftarnya

Pada bulan Juli, Romo yang memimpin ibadah di Kapel Ponggol sempat terpapar virus Covid-19 dan misa ditiadakan selama dua minggu. Setelah semua dinyatakan aman, ibadah misa diadakan kembali.

Perayaan Natal pada tahun 2020 juga pada masa pandemi. Meskipun perayaan Natal dilaksanakan secara lebih sederhana dan terbatas tidak seperti tahun tahun sebelum pandemi. Tetapi sama sekali tidak membuat rasa syukur umat Kristiani berkurang, semua umat tetap bersyukur masih diberi kesempatan untuk merayakan datangnya Sang Juru Selamat meskipun dalam segala keterbatasan.

Semua umat Kristiani berharap agar pandemi segera berlalu. Agar semua ibadah bisa dilaksanakan secara meriah tanpa keterbatasan seperti sebelum ada pandemi. []

Artikel kiriman Lusiana Indah Lestari, Mahasiswi Prodi Public Relations ASMI Santa Maria Yogyakarta

Related posts