Panca Dharma Istimewa, Obat Pelanggeng Dunia Pariwisata Jogja

  • Whatsapp
Raker DPD GIPI
Raker DPD GIPI DIY (Istimewa)

BacaJogja – Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY Bobby Ardianto SE, mengatakan untuk membuat Pariwisata di Jogja dapat bertahan dan berkembang baik di antaranya memberikan surat keputusan kepada 22 asosiasi yang berhubungan dengan pariwisata.

Asosiasi tersebut di antaranya PHRI, ASITA, PPJI, PPHI, WIPI, IVENDO, ORGANDA, dan lainnya dan juga menyampaikan “kunci” Sukses kebersamaan berupa panca dharma Istimewa pariwisata jogja.

Read More

Baca Juga: Gitaris Voodoo, Edo Widiz Bikin Band E.A.T Rilis Single Menyala Abangku

“Intinya adalah kebersamaan dalam menangani pariwisata, setidaknya stakeholder pariwisata, pentahelix menjadi rujukan kebersamaan,” kata Bobby Ardianto Setyo Aji saat membuka Raker pertama GIPI DIY 2024 di Kampus AMTA Yogyakarta.

Sekretaris GIPI DIY Moko menyampaikan, hanya DPD GIPI DIY yang memberikan SK kepada 22 anggota GIPI dalam rangka merajut kebersamaan dan tanggungjawab Asosiasi dalam meningkatkan pelayanan dan tanggungjawab dalam perdoalant pariwisata.

raker wisata jogja
Raker DPD GIPI DIY (Istimewa)

Tanggung jawab keberadaan industri pariwisata bukan hanya menjadi beban pemerintah saja, tetapi kepada semua lembaga atau Asosiasi yg ada di masyarakat. Utamanya Asosiasi usaha, karena pariwisata adalah kegiatan ekonomi yang harus mempunyai membuat sejahtera masyarakat.

Pariwisata jika hanya memberikan manfaat dan kesejahteraan kepada segelintir orang, maka secara ekonomi tidak lagi dibutuhkan. “SK itu menjadi penanda, bahwa pariwisata keberadaan dan nasibnya menjadi tanggungjawab bersama,” Kata Moko.

Baca Juga: Tapak Suci Sumbang Enam Emas dalam Asean University Games 2024

Lalu seperti apakah konsep Panca Dharma istimewa yang disampaikan Bobby? Selengkapnya bisa disimak dalam bahan diskusi dan materinya di bagan berikut ini:

panca dharma Istimewa
Panca Dharma Istimewa (Istimewa)

Menurut Yunet Sri Wahyunungsih dari PPHI DIY, konsep kebersamaan antar asosiasi sebagaimana menjadi keharusan cara sukses pariwisata di Jogja bertahan dan berkembang menjadi nomor satu di Indonesia. Selama ini seolah berjalan sendiri sendiri dan tak terkoordinasikan, padahal harus menyatu dalam satu visi dan misi.

Baca Juga: Jadwal dan Manajemen Rekayasa Lalu Lintas Kedatangan Jemaah Haji Sleman

Misalnya dalam hal promosi, 4 kabupaten dan 1 kota di Jogja ini harus satu visi bagaimana “menjual” jogja agar orang dari manapun datang ke jogja dan barulah diberikan tawaran yang beranekaragam tentang pariwisata jogja yang di dalamnya ada seni budaya, pendidikan, religi, fashion dan bahkan gastronomi.

Persoalan gastronomi seharusnya menjadi pembeda pariwisata di jogja, selain ada sumbu filosofi. “DiJogja ini komplet banget kalau mau dijual, tinggal bagaimana cara mempromosikan agar Jogja menjadi destinasi nomor satu dan orang akan kembali lagi ke Jogja karena rindu apapun yang ada,” ungkapnya. []

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *