Gitaris Voodoo, Edo Widiz Bikin Band E.A.T Rilis Single Menyala Abangku

  • Whatsapp
grup band EAT
Edo Widiz, Tixxy, dan Andrea, para personal grup musik E.A.T. (Istimewa)

BacaJogja – Gitaris band legendaris Voodoo, Edo Widiz membangun grup musik baru bersama Andrea dan Tixxy. Grup musiknya yang bernama E.A.T tersebut siap menggebrak industri musik rock Tanah Air melalui single perdananya yang berjudul Menyala Abangku, dirilis oleh PasarLagu Indonesia bersama label musik Ladofa Doredo pada Rabu, 3 Juli 2024 di berbagai platform musik digital.

Saat berada di Seoul, Korea pada Jumat (5/7/2024), Edo Widiz mengatakan kepada awak media melalui akun WhatsApp-nya bahwa ia suka mendirikan grup band bersama Tixxy dan Andrea, karena mereka sudah lama saling kenal. Tixxy dan Andrea merupakan Arranger di beberapa single Edo Widiz dalam solo karirnya.

Read More

Baca Juga: Link Panduan Pendaftaran Beasiswa Baznas dan Muhammadiyah Rp7 Miliar

Edo Widiz merupakan Gitaris Voodoo dari awal berdiri dan tetap aktif hingga saat sekarang ini. Meskipun telah menjadi personel E.A.T, Edo Widiz yakin tidak akan mempengaruhi aktivitasnya di Voodoo. “Nabrak-nabrak jadwal udah biasa. Atur-atur aja, yang pasti saya berkarya saja terus,” tulis Edo Widiz dengan beremotikon ketawa.

Bagi Edo Widiz yang jadi prioritas adalah berkarya saja. Bersama E.A.T ataupun dengan yang lain, ia tidak pernah membatasi diri dalam berkarya, apalagi dengan teman-teman yang ia tahu secara kualitas dan sefrekuensi dengannya dalam berkarya. Edo Widiz yakin akan selalu konsisten untuk berkarya terus bersama E.A.T.

Pada kesempatan berbeda, Andrea mengatakan E.A.T punya tiga personal, yaitu: Edo Widiz (lead guitar), Andrea (guitar), dan Tixxy (bass, vocal), mengusung aliran musik modern rock. Mereka menyebut genre musik E.A.T adalah modern rock, karena basic-nya Edo Widiz di rock, kemudian ada sentuhan synthesizer dan beberapa karakter DJ yang membuat kemasan musik mereka jadi modern dan kekinian.

Baca Juga: Seribu Perempuan Melawan Angin dan Ombak Memungut Sampah di Pantai Cemara Bantul

“Kami sajikan musik rock yang easy listening dengan ciri khas sound-sound modern, memadukan karakter rock Edo Widiz dengan musik-musik kekinian hingga jadi karakter baru yang lebih fresh untuk didengarkan saat ini. Dan saya sangat merasa terhormat ditunjuk juga sebagai Arranger dan Komposer di lagu Menyala Abangku, bersama Bapak Rulli Aryanto,” kata Andrea.

Andrea juga mengatakan, nama E.A.T dibuat oleh Rulli Aryanto yang merupakan Produser E.A.T, diambil dari inisial nama depan para personalnya. Mereka berharap karya-karya lagu mereka bisa “dimakan” atau diterima serta dinikmati oleh pendengar musik dimanapun berada.

Sementara itu Vokalis dan Bassis E.A.T, Tixxy mengatakan, project E.A.T mengalir begitu saja. Awalnya Tixxy dengan Edo Widiz sudah berkolaborasi terlebih dahulu di lagu pertamanya yang berjudul “Ku Bisa Gak Tahan”. Pada lagu tersebut Andrea yang menjadi arrangernya.

Baca Juga: Waspada! Kominfo Tak Berdaya, Indonesia dalam Bahaya

“Saya dan Edo Widiz memang tipikal musisi yang suka berkarya, jadi saat saya bersama Rulli Aryanto dan Andrea main ke rumah Mas Edo, muncul pertanyaan, ada lagu ke dua gak niy? Singkat cerita, akhirnya terlahirlah project E.A.T, alias Edo Widiz, Andrea, dan Tixxy. Lagu Menyala Abangku yang ditulis oleh Rulli Aryanto jadi single perdananya,” kata Tixxy.

Prinsip yang diyakini Tixxy, melakukan hal yang ia sukai. Berkarya di musik adalah kesenangannya. Tixxy merasa enjoy saat bisa berkarya dan berkolaborasi dengan banyak orang. Memang terkesan idealis, karena Tixxy tidak punya target bahwa lagunya harus terkenal ataupun harus viral. Yang terpenting Tixxy senang dan enjoy melakukannya, karena karya yang ia buat akan menjadi jejak digital.

Menurut Tixxy, project E.A.T dibuat karena mereka semua suka berkarya. Istilahnya, mereka melakukannya nothing to loose. Selama mereka enjoy dalam berkarya, mereka akan selalu mengeluarkan lagu-lagu selanjutnya. Memiliki frekuensi yang sama dalam memandang sebuah karya, sudah cukup untuk mereka berkomitmen.

Baca Juga: Mengenal Khotimatul Husna, Aktivis NU Yogyakarta Nominator Penyuluh Agama Islam Award 2024

Rulli Aryanto dan Andrea yang menulis lagu “Menyala Abangku” mengatakan inspirasi lagu tersebut mereka dapatkan karena idiom “Menyala Abangku” lagi ramai digunakan netizen. Rulli Aryanto suka, karena idiom tersebut bermakna positif dan semangat.

Menurut Rulli Aryanto, lagu Menyala Abangku bercerita tentang hidup penuh perjuangan. Dalam menjalani hidup harus terus berjuang sampai tercapai impian untuk masa depan yang lebih baik.

“Para personil E.A.T masing-masing memang full time di musik, dan sangat mudah menyatukan mereka dengan kemampuan masing-masing personilnya. Tapi yang paling oke itu masing-masing tidak berekspektasi dalam berkarya, jadi mengalir saja. Mereka berkarya karena suka dan cinta musik,” kata Rulli Aryanto. (Muhammad Fadhli)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *