BacaJogja – Tren diet di kalangan generasi muda terus berkembang. Namun, tak sedikit yang menghadapi dilema: ingin menurunkan berat badan, tetapi khawatir pola makan ekstrem justru memicu gangguan lambung. Menjawab kebutuhan itu, PT Landhung Herbathos Indonesia meluncurkan varian terbaru Nutriflakes Diet Matcha, produk superfood sereal yang memadukan inovasi modern dengan kekuatan bahan lokal khas Yogyakarta.
Peluncuran produk ini digelar di Gramm Hotel by Ambarukmo, Senin (16/2/2026), dan menjadi momentum penting ekspansi Nutriflakes di pasar pangan sehat nasional.
Inovasi Diet Rendah Kalori Ramah Lambung
Direktur Utama sekaligus Founder Nutriflakes, Sri Widya Supena, menjelaskan bahwa pengembangan varian Diet Matcha dilandasi konsep mindful eating—pola konsumsi yang selaras dengan kebutuhan tubuh.
Keunggulan utama produk ini terletak pada penggunaan Umbi Garut asal Gunungkidul yang memiliki sifat gastroprotektif alami, membantu melapisi dinding lambung secara lembut. Formula tersebut dipadukan dengan matcha premium untuk membantu metabolisme tetap aktif selama program diet.
“Diet seharusnya tidak menyiksa. Kami ingin menghadirkan solusi yang membuat konsumen tetap nyaman tanpa rasa cemas terhadap kondisi lambung,” ujarnya.
Dalam satu sajian, Nutriflakes Diet Matcha mengandung sekitar 130 kkal dengan 7 gram serat pangan, setara kurang lebih 23 persen kebutuhan serat harian orang dewasa. Kandungan ini membantu memberikan rasa kenyang lebih lama dan mendukung pengaturan nafsu makan secara alami.
Kupas Tuntas Formula oleh Ahli Gizi
Dalam sesi edukasi saat peluncuran, Ahli Gizi Vania Christiawantho memaparkan sinergi empat bahan utama dalam produk ini, yakni Umbi Garut, Matcha premium, Asam Gelugur (HCA), dan Psyllium Husk.
Menurutnya, kombinasi tersebut bekerja secara komplementer:
- Umbi Garut membantu menjaga kenyamanan lambung
- Matcha mendukung metabolisme tubuh
- Asam Gelugur (HCA) berperan dalam proses pengelolaan lemak
- Psyllium Husk sebagai serat larut membentuk gel alami yang membantu rasa kenyang lebih lama
“Banyak orang mengira diet harus menahan lapar secara ekstrem. Padahal, pengaturan serat yang tepat dapat membantu mengontrol nafsu makan dengan lebih nyaman,” jelasnya.
Pendekatan ini dinilai relevan bagi generasi muda urban yang menginginkan penurunan berat badan tanpa mengorbankan produktivitas dan kesehatan pencernaan.

Angkat Potensi Lokal Yogyakarta
Tak hanya fokus pada inovasi kesehatan, Nutriflakes juga membawa misi pemberdayaan bahan baku lokal. Umbi Garut diperoleh dari petani Gunungkidul, susu etawa dari lereng Merapi, serta gula aren dari Kulon Progo.
General Manager Nutriflakes, Pery Oktriansah, mengungkapkan bahwa proses riset varian Matcha ini memakan waktu hingga satu tahun.
“Kami ingin memastikan rasa premium yang tetap sesuai karakter lidah Indonesia. Identitas ‘Asli Jogja’ harus tetap melekat kuat,” katanya.
Tahun 2026 disebut sebagai fase ekspansi besar perusahaan dengan standar kualitas yang diperketat demi memperkuat posisi di pasar digital nasional.
Tren Diet Generasi Muda Berubah
Meningkatnya kesadaran akan kesehatan membuat generasi muda mulai meninggalkan pola diet ekstrem. Produk berbasis serat tinggi, rendah kalori, dan menggunakan bahan alami kini semakin diminati.
Hadirnya Nutriflakes Diet Matcha menjadi bagian dari gelombang baru tren diet yang lebih berkelanjutan dan selaras dengan kondisi tubuh.
Dengan memadukan kekuatan Umbi Garut lokal dan matcha premium dalam satu sajian, produk asli Yogyakarta ini mencoba menawarkan alternatif diet yang lebih nyaman bagi generasi muda Indonesia. []






