Banjir dan Longsor Landa Imogiri Bantul: Ratusan Rumah Terendam, Warga Diminta Waspada

  • Whatsapp
banjir bantul
Sejumlah wilayah di Imogiri dan Pleret, Bantul terrendam banjir. (Istimewa)

BacaJogja  – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Bantul dalam durasi panjang menyebabkan banjir dan longsor di sejumlah wilayah, terutama di Kapanewon Imogiri dan Pleret. Luapan Sungai Celeng dan tak mampunya Embung Wukirsari menampung debit air menjadi pemicu utama bencana ini.

Banjir merendam sejumlah titik, di antaranya Sindet, Polsek Imogiri, Segoroyoso, Kunden, Wukirsari, SMPN 3 Pleret, dan Nogosari. Informasi yang dihimpun, ada ratusan rumah yang terendam banjir. Di Wukirsari saja, tercatat 20-an rumah.

Read More

Relawan SAR,Widi, melaporkan bahwa kondisi di bantaran Sungai Celeng kian mengkhawatirkan. “Melaporkan dari seputaran wilayah Imogiri, Segoroyoso, Pleret, dan sekitarnya. Khususnya di bantaran Sungai Celeng, saat ini air sudah meluap dan sebagian rumah penduduk sudah tergenang air. Sampai saat ini hujan masih belum reda,” ujarnya.

Baca Juga: Yogyakarta Kuatkan Identitas Budaya, Ajak Seniman dan Budayawan Berkolaborasi

Polsek Imogiri Ikut Terendam, Ketinggian Air Capai 60 Sentimeter

Genangan air juga merendam halaman Mapolsek Imogiri akibat luapan Sungai Celeng. Ketinggian air di Wukirsari dilaporkan mencapai 60 sentimeter atau setinggi lutut orang dewasa. Meski demikian, tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa ini.

Panewu (Camat) Imogiri, Slamet Santosa, mengungkapkan bahwa sekitar 20 rumah di Kalurahan Wukirsari terdampak genangan air, sementara tiga hingga empat rumah mengalami kerusakan akibat longsor. Lokasi terdampak tersebar di sepanjang Jalan Wukirsari hingga Pocung serta beberapa titik di Kalurahan Sriharjo.

“Di Jalan Wukirsari ke Pocung itu konturnya rendah, jadi saat hujan deras, airnya meluber ke jalan hingga permukiman warga,” kata Slamet, Jumat (28/3/2025).

Baca Juga: Kapan Lebaran 2025? Ini Jadwal Idulfitri Muhammadiyah, NU, dan Pemerintah

Hujan Deras dan Luapan Embung Wukirsari Jadi Pemicu Banjir

Menurut Slamet, hujan dengan intensitas tinggi sejak pagi menyebabkan debit air Sungai Celeng meningkat tajam. Embung Wukirsari 1 dan 2 yang sudah penuh sejak pukul 16.00 WIB akhirnya tak mampu menahan air dari hulu, sehingga meluap ke permukiman warga.

“Penyebabnya air di Sungai Celeng meluap karena hujan sejak pagi tadi. Selain itu, Embung Wukirsari sudah tidak mampu menampung air, sehingga terjadi banjir,” jelasnya.

Kawasan Wukirsari memang rentan terhadap banjir karena berada di dataran rendah. Namun, menurut Slamet, air akan cepat surut jika hujan berhenti.

Delapan Titik Longsor di Imogiri, Rumah Warga Tertimbun

Selain banjir, hujan deras juga menyebabkan longsor di delapan titik di Imogiri. Salah satu kawasan terdampak adalah Kalurahan Sriharjo, di mana material longsor masuk ke dalam rumah warga. Lokasi permukiman yang berada di kaki bukit menjadi faktor utama risiko longsor.

Baca Juga: Nahas! Dua Anak Tenggelam di Sungai Bedog Sleman, Tim SAR Terus Mencari Korban

“Longsor terjadi karena tanah bergerak akibat hujan deras. Beberapa rumah tertimbun material longsoran,” ujar Slamet.

Saat ini, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Wukirsari dan Ditpolairud Polda DIY telah bergerak melakukan penanganan darurat. Sementara itu, warga diminta tetap waspada karena hujan masih berlanjut meski dengan intensitas yang lebih rendah.

Pemerintah Kabupaten Bantul juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan kondisi darurat dan mengikuti arahan evakuasi jika situasi memburuk. []

Related posts