Yogyakarta Pastikan Stok Hewan Kurban Aman dan Melimpah Jelang Iduladha 2025

  • Whatsapp
sapi kulon progo
Peternakan sapi di Kulon Progo (Ist)

BacaJogja – Menjelang perayaan Iduladha 2025, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Daerah  Istimewa Yogyakarta (DIY) memastikan ketersediaan stok hewan kurban dan bahan pangan pokok dalam kondisi aman. Bahkan, di beberapa kabupaten, stok hewan kurban terpantau melimpah.

Hal tersebut disampaikan Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Kuncoro Cahyo Aji, dalam konferensi pers hasil pemantauan TPID DIY pada Senin (26/05) di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta.

Read More

“Di Bantul dan Gunungkidul terjadi surplus ternak. Kesehatan hewan juga sudah kami pantau, baik yang masuk ke DIY maupun yang dikirim ke luar daerah,” ujarnya.

Baca Juga: Event Gratis di Jogja! Ini Deretan Acara Selasa Wagen 27 Mei 2025 di Jalan Malioboro

Selain ketersediaan, aspek kesehatan hewan kurban turut menjadi perhatian utama. Vaksinasi dan pengawasan rutin dilakukan untuk mencegah penyakit seperti PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) dan LSD (Lumpy Skin Disease). Kuncoro menyebutkan bahwa seluruh proses pengawasan telah sesuai prosedur.

Kepala Biro Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda DIY, Eling Priswanto, menambahkan bahwa bahan pangan pokok juga dalam kondisi aman. Harga cenderung stabil, meski terdapat sedikit kenaikan yang masih dalam batas wajar.

“Stok minyak goreng subsidi masih terbatas dan ini menjadi perhatian khusus TPID. Pengawasan ketat akan terus dilakukan agar harga tetap stabil menjelang Iduladha,” ujarnya.

Inflasi di DIY pada tahun 2024 tercatat 1,28%, di bawah target nasional 1,5%. Meski demikian, proyeksi inflasi 2025 diperkirakan sedikit naik akibat peningkatan permintaan domestik. Namun, koordinasi lintas sektor akan terus diperkuat agar laju inflasi tetap terkendali.

Baca Juga: Ajur Ajer #3: Pameran 32 Warisan Budaya Takbenda DIY 2025, Ini Pesan Sri Sultan

Dari sisi kesehatan hewan, Kepala Balai Besar Veteriner Wates, Hendra Wibawa, menegaskan bahwa pihaknya menerapkan prinsip ASN (Aman, Sehat, Nyaman) untuk menjamin kelayakan hewan kurban.

“Kami pastikan hewan yang dijual sehat dan terbebas dari penyakit. Pengawasan dilakukan mulai dari kandang hingga ke proses pemotongan,” ungkapnya.

Proses penyembelihan pun dipastikan sesuai standar kesehatan, berkat kolaborasi antara TPID DIY, dokter hewan, mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan UGM, dan berbagai pihak lainnya. Meskipun terdapat kekurangan stok domba di beberapa tempat, pasokan dari luar daerah mampu menutup kekurangan tersebut.

Dengan koordinasi dan pengawasan yang matang, pelaksanaan kurban tahun ini diharapkan berjalan aman, sehat, dan tertib di seluruh wilayah DIY. []

Related posts