BacaJogja – Laut selatan Yogyakarta kembali menjadi saksi bisu wujud syukur masyarakat Parangtritis kepada alam dalam upacara adat tahunan Bekti Pertiwi Pisungsung Jaladri. Ratusan warga dengan pakaian adat Jawa tumpah ruah ke Pantai Parangkusumo, Selasa Wage, 27 Mei 2025, membawa persembahan untuk bumi dan laut, dua elemen alam yang telah memberi mereka kehidupan.
Upacara dimulai sejak pagi hari dengan kirab budaya dari Joglo Pariwisata menuju kawasan Cepuri Parangkusumo. Warga mengarak gunungan berisi hasil bumi, kembang setaman, dan perlambang kesuburan, diiringi bunyi gamelan serta langkah teratur para pembawa sesaji. Aroma dupa bercampur semilir angin laut menyelimuti suasana sakral sepanjang prosesi.
Baca Juga: Jadwal Libur Mei 2025: Long Weekend 29 Mei–1 Juni, Daftar Tanggal Merah dan Cuti Bersama
Di pelataran Cepuri, para tetua adat dan abdi dalem dari Keraton Yogyakarta memimpin doa bersama. Mereka memanjatkan rasa syukur atas hasil panen, keselamatan, dan kesejahteraan masyarakat, sembari memohon perlindungan serta limpahan rezeki untuk tahun-tahun mendatang.
Puncak acara ditandai dengan larung sesaji ke laut. Persembahan dilepaskan ke ombak Samudra Hindia sebagai simbol penghormatan kepada kekuatan alam yang dipercaya menjaga keseimbangan antara manusia dan lingkungannya. Dentuman ombak dan langit cerah seakan mengamini doa-doa yang dihaturkan.
Baca Juga: Gempa Tektonik M5,4 Guncang Selatan Jawa, Terasa di Yogyakarta dan Jatim
Wakil pemerintah daerah yang hadir menyampaikan bahwa upacara ini tidak hanya menjadi bentuk pelestarian budaya, tetapi juga momentum untuk memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian alam. Tradisi ini sekaligus mempererat hubungan sosial antarwarga dan menarik minat wisatawan yang ingin merasakan langsung kekayaan budaya lokal.
Bekti Pertiwi Pisungsung Jaladri bukan sekadar ritual tahunan, melainkan pengingat bahwa kehidupan yang harmonis terwujud dari penghormatan terhadap alam dan tradisi. Sebuah kearifan lokal yang hidup dan terus dijaga di tengah arus modernisasi yang kian deras. []






