Langit Pagi yang Menyimpan Tangis Seorang Anak di Tikungan Jalan Gunungkidul

  • Whatsapp
kecelakaan gunungkidul
Elina digendong polisi usai kendaraan yang ditumpangi terlibat kecelakaan di Gunungkidul (Ist)

BacaJogja – Di bawah naungan mentari yang belum terlalu tinggi, di sebuah tikungan jalan Wonosari–Yogyakarta yang tampak biasa saja, takdir berubah menjadi duka. Asap masih mengepul dari kendaraan yang ringsek, suara sirene ambulans meraung, dan di antara hiruk-pikuk itu, seorang bocah perempuan berusia tiga tahun mendekap botol minumnya erat, di pangkuan seorang polisi.

Matanya kosong, tangisnya belum luruh, karena ia baru saja menatap sosok ayahnya… untuk yang terakhir kalinya.

Read More

Sabtu pagi, 31 Mei 2025, Padukuhan Gading III, Kalurahan Gading, Kapanewon Playen, menjadi saksi bisu sebuah tragedi. Kecelakaan lalu lintas merenggut nyawa seorang ayah dan melukai empat orang lainnya.

Baca Juga: Kronologi Kecelakaan Maut di Jalan Jogja-Wonosari: Satu Meninggal, Tiga Luka

Sepeda motor Honda PCX yang dikendarai Mariyo, warga Padukuhan Jelok, Kalurahan Pacarejo, Kapanewon Semanu, bertabrakan dengan sepeda motor Yamaha WR yang melaju terlalu ke kanan. Kecelakaan itu tak terelakkan, dan dalam hitungan detik, kehidupan berubah selamanya.

Mariyo sempat dilarikan ke RSUD Wonosari, namun luka parah yang dideritanya membuatnya tak bisa diselamatkan. Ia meninggal dunia, meninggalkan seorang anak kecil yang belum memahami arti kepergian dan seorang istri yang patah tulang dan patah hati di saat yang bersamaan.

Widyaningsih, sang istri, mengalami patah tulang paha kanan dan jari tangan kanan. Elina Maheswari, anak perempuan kecil yang sempat menjadi saksi langsung detik-detik sebelum kecelakaan, hanya mengalami luka lecet di tubuhnya—namun hatinya mungkin akan menyimpan luka yang tak terlihat.

Baca Juga: Lewat Gemini Google, UGM dan Kemendag RI Cetak UMKM Siap Ekspor Berbasis AI

Di sisi lain, pengendara Yamaha WR, Mohammad Fadhillah Irfan, warga Cirebon, menderita memar di bahu kanan, dan pemboncengnya, Putra Farrel Alexander Winarta, mengalami patah tulang tangan kanan.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Gunungkidul, Ipda Nur Ikhwan, mengimbau para pengendara untuk senantiasa menjadikan keselamatan sebagai prioritas. “Agar tidak terjadi sesuatu hal yang tidak kita inginkan,” ujarnya singkat, namun berat.

Di sisi jalan, di pelukan seorang petugas, Elina masih memandang ke arah yang sama—ke tempat terakhir ia melihat ayahnya terbaring. Mungkin ia belum mengerti sepenuhnya, namun kisah ini akan terus hidup dalam ingatannya. Tatapan terakhir seorang anak, yang mungkin tak akan sempat mengucapkan kata perpisahan.

Elina di Sabtu pagi itu kehilangan sang ayah untuk selamanya. Di pengujung Mei 2025 itu, Elina menjadi anak yatim… []

Related posts