Libur Sekolah Dihantui Cuaca Ekstrem: BMKG Imbau Waspada di Darat, Laut, dan Udara

  • Whatsapp
jogja hujan lebat
Ilustrasi kawasan Yogyakarta diguyur hujan lebat. (Foto: CCTV Giwangan)

BacaJogja – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca yang masih dinamis dan berpotensi ekstrem di berbagai wilayah Indonesia. Peringatan ini menjadi krusial mengingat meningkatnya mobilitas masyarakat selama musim liburan sekolah saat ini.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, mengungkapkan bahwa kondisi atmosfer dan laut masih sangat dinamis meskipun sebagian wilayah telah memasuki musim kemarau. Selama sepekan terakhir, cuaca ekstrem seperti hujan lebat, angin kencang, banjir, dan longsor telah terjadi di sejumlah daerah. Bahkan, cuaca buruk turut berkontribusi terhadap kecelakaan transportasi, seperti tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali dan terganggunya sejumlah penerbangan.

Read More

“Kondisi ini sesuai dengan peringatan dini BMKG yang telah kami sampaikan sejak H-1 hingga sepekan sebelumnya. Kami terus memperbarui informasi cuaca melalui berbagai kanal resmi,” ujar Dwikorita.

Baca Juga: Heboh Penangkapan Buaya di Bantul, Warganet Curiga: “Cuma Krete Bukan Buaya Sungai Progo yang Viral”

Musim Kemarau Tertunda, Hujan Masih Mendominasi

Hingga akhir Juni 2025, baru sekitar 30 persen zona musim di Indonesia yang telah memasuki musim kemarau—angka yang jauh di bawah rata-rata klimatologis. BMKG mencatat bahwa lebih dari 50 persen wilayah masih mengalami curah hujan di atas normal, terutama di wilayah Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menambahkan bahwa kondisi atmosfer saat ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk lemahnya Monsun Australia dan aktifnya gelombang ekuator Rossby dan Kelvin. Selain itu, keberadaan sirkulasi siklonik di Samudra Hindia dan Samudera Pasifik memperparah pembentukan awan hujan dan potensi gelombang tinggi di sejumlah perairan Indonesia.

“Situasi ini harus jadi perhatian serius sektor pelayaran dan nelayan. Risiko hujan lebat dan gelombang tinggi meningkat di wilayah Laut Jawa, Laut Flores, dan perairan Maluku utara,” jelasnya.

Baca Juga: Info Terbaru Jadwal SIM Yogyakarta Juli 2025: Satpas, MPP, SIM Keliling, dan Syarat BPJS

Prakiraan 4–10 Juli: Hujan Lebat dan Angin Kencang Masih Mengintai

Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani, menyebut bahwa prakiraan cuaca untuk periode 4–10 Juli 2025 menunjukkan potensi hujan lebat masih tinggi di Sulawesi Barat, Maluku, dan Papua Selatan. Angin kencang juga diprediksi menerjang wilayah Banten, Jawa Barat, Bali, Nusa Tenggara, hingga sebagian Sulawesi dan Papua.

“Potensi banjir bandang, tanah longsor, dan gangguan aktivitas harian masih tinggi. Masyarakat diminta tetap waspada dan mengikuti perkembangan informasi cuaca,” tegas Andri.

BMKG Minta Transportasi dan Masyarakat Tak Abaikan Informasi Cuaca

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengimbau semua pihak—terutama operator transportasi darat, laut, dan udara—untuk selalu memantau informasi cuaca resmi dari BMKG. Ia menekankan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama, dan informasi meteorologi wajib menjadi bagian dari prosedur operasional standar transportasi.

Baca Juga: Tragedi KMP Tunu Pratama Jaya Tenggelam di Selat Bali: 4 Meninggal, Puluhan Masih Dicari

“Masyarakat pun harus berhenti mengandalkan intuisi atau kebiasaan dalam membaca cuaca. Gunakan data resmi dan terpercaya dari BMKG untuk merencanakan aktivitas, terutama di musim liburan seperti saat ini,” pungkasnya.

Informasi cuaca terkini dapat diakses melalui aplikasi infoBMKG, situs web www.bmkg.go.id, serta akun media sosial resmi @infoBMKG di Instagram, X, Facebook, YouTube, dan TikTok.

Related posts