BacaJogja – Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY) resmi meluncurkan Kampanye Becak Kayuh Bertenaga Listrik sebagai langkah awal menjadikan Malioboro sebagai kawasan rendah emisi dan ramah lingkungan. Kegiatan yang dipusatkan di jantung kota Yogyakarta ini merupakan hasil kolaborasi Dinas Perhubungan (Dishub) DIY dengan Pemerintah Kota Yogyakarta dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Acara yang berlangsung pada Jumat (18/07) pagi tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat penting dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk Pj. Sekretaris Daerah DIY, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda DIY, Paniradya Kaistimewan, Bapperida DIY, Dinas Kebudayaan DIY, Dinas Koperasi dan UKM DIY, serta Wakil Wali Kota Yogyakarta dan jajaran Dishub Kota Yogyakarta. Kegiatan ini juga melibatkan akademisi dari Pustral UGM dan perwakilan dari Koperasi Angkutan Becak Kayuh Bertenaga Alternatif.
Baca Juga: Viral Toyota Fortuner Pelat AB 23 Buka Jalan Ambulans, Polisi Pastikan Nomor Palsu
Langkah Nyata untuk Transportasi Berkelanjutan
Menurut Kepala Dinas Perhubungan DIY, Chrestina Erni Widyastuti, S.E., M.Si., kampanye ini merupakan wujud komitmen pemerintah dalam menjaga kelestarian becak sebagai ikon transportasi khas Yogyakarta, sekaligus mengintegrasikannya dengan teknologi ramah lingkungan.
“Becak adalah identitas Jogja. Kini, melalui inovasi teknologi, kehadirannya menjadi lebih manusiawi, efisien, dan tetap bernilai historis,” ujar Chrestina.
Ia juga menekankan bahwa program ini merupakan bagian dari visi besar penataan kawasan Malioboro dan Sumbu Filosofi Yogyakarta (Tugu–Malioboro–Kraton–Panggung Krapyak) yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO.
Teknologi yang Memberdayakan, Bukan Menggantikan
Becak kayuh bertenaga listrik (pedal-assist electric tricycle) ini dirancang menyerupai becak tradisional, namun ditambahkan motor listrik untuk membantu pengayuh, terutama di jalur menanjak atau saat menempuh jarak jauh. Inovasi ini dinilai sebagai solusi tepat untuk meningkatkan kesejahteraan para pengemudi becak tanpa menghilangkan nilai budaya yang melekat.
Baca Juga: Bantul Creative Expo 2025: Pasar Malam, Job Fair, Festival Kuliner di Pasar Seni Gabusan
Tidak menggunakan bahan bakar fosil, bebas emisi karbon, dan tidak menimbulkan polusi suara, becak listrik hadir sebagai moda transportasi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Teknologi ini membantu meringankan beban fisik para pengayuh dan diharapkan mampu mendongkrak aspek sosial-ekonomi mereka.
Dukungan Masyarakat Kunci Kesuksesan Program
Kampanye ini sekaligus menjadi ajakan terbuka bagi seluruh masyarakat dan wisatawan untuk turut serta dalam menjaga atmosfer khas Malioboro. Pemerintah berharap penggunaan becak listrik tidak hanya menjadi pilihan transportasi, tetapi juga bagian dari gaya hidup berbudaya dan sadar lingkungan.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung dan menggunakan becak kayuh bertenaga listrik saat berada di Malioboro. Ini bukan sekadar moda transportasi, tapi bentuk nyata kepedulian terhadap lingkungan dan tradisi,” pungkas Kepala Dishub DIY.
Dengan semangat Hamemayu Hayuning Bawana, langkah transformasi ini menjadi bagian dari upaya menjaga harmoni antara budaya, teknologi, dan keberlanjutan hidup. []






