BacaJogja — Event sepeda tahunan Tour de Ambarrukmo 2025 kembali digelar pada Sabtu, 2 Agustus 2025, mulai pukul 05.30 hingga 14.30 WIB. Ajang sport tourism ini diinisiasi oleh Group Ambarrukmo dan menjadi salah satu agenda penting dalam memperkuat citra Yogyakarta sebagai kota wisata dan budaya melalui kegiatan bersepeda lintas daerah.
Event ini diprediksi akan menyedot antusiasme besar dari komunitas sepeda nasional hingga internasional. Tour de Ambarrukmo tak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga menjadi bagian dari promosi pariwisata DIY yang ramah lingkungan dan menyehatkan.
Baca Juga: Kronologi Tabrak Lari di Sleman: Disenggol Saat Tikungan, Innova Terjun Timpa Rumah Warga
Rute Tour de Ambarrukmo 2025
Start dan finish event akan berlangsung di Ambarrukmo, dan para peserta akan menempuh jalur dengan rute meliputi:
- Prambanan
- Piyungan
- Wukirsari
- Kopi Panggang
- Parangtritis
- Jalan Samas
- Galur
- Tugu Pensil
- Jalan Wates
- dan kembali ke Ambarrukmo melalui Jalan Solo.
Estimasi Waktu Penutupan Jalan
Selama pelaksanaan Tour de Ambarrukmo, beberapa titik akan mengalami perlambatan arus lalu lintas. Masyarakat diimbau untuk menghindari rute ini dan mengatur ulang waktu perjalanan demi kelancaran acara. Berikut estimasi waktu pelaksanaan di tiap titik:
- Ring Road Selatan: 06.30 – 07.00 WIB
- Jalan Wates: 07.00 – 08.00 WIB
- Jalan Samas: 08.00 – 09.00 WIB
- Jalan Solo (Prambanan – Ambarrukmo): 11.00 – 12.00 WIB
Baca Juga: Jadwal KRL Solo Jogja 30–31 Juli 2025: Berangkat dari Palur hingga Tugu Yogyakarta
Imbauan untuk Pengguna Jalan
Pengendara mobil, motor, bus, dan truk yang melintas di rute tersebut diharapkan bersabar karena akan ada potensi keterlambatan 10–15 menit di beberapa titik. Dinas Perhubungan dan petugas lapangan akan mengatur lalu lintas dan memberi panduan jalur alternatif.
“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin ditimbulkan. Mari sukseskan bersama event ini dan jadikan Yogyakarta sebagai tuan rumah yang ramah dan tertib,” tulis panitia dalam pengumuman resminya.
Tour de Ambarrukmo bukan hanya soal kecepatan dan rute panjang. Lebih dari itu, ini adalah wujud nyata semangat bersepeda, sport tourism, dan promosi budaya lokal yang patut didukung seluruh elemen masyarakat. []






