BacaJogja – Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) untuk kasus leptospirosis pada tahun 2025. Penetapan ini dilakukan menyusul lonjakan signifikan jumlah penderita dan kematian akibat penyakit yang ditularkan melalui kencing tikus tersebut.
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, mengungkapkan bahwa keputusan ini diambil demi mempercepat penanganan dan mencegah penyebaran lebih luas.
“Kalau saya melihat, ini sudah memenuhi syarat untuk ditetapkan sebagai KLB. Dengan begitu, kita bisa bergerak lebih cepat untuk melakukan penanganan dan sosialisasi,” ujar Hasto pada Selasa (29/7/2025).
Baca Juga: Tragedi di Logandeng Gunungkidul: Pemuda Ditemukan Meninggal di Sumur Sedalam 12 Meter
Menurut data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja, tercatat 21 kasus leptospirosis hingga pertengahan 2025. Dari jumlah itu, tujuh di antaranya meninggal dunia. Sebagai perbandingan, pada tahun 2024 hanya terdapat 10 kasus dengan dua kematian.
Hasto mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan tenaga medis di seluruh wilayah untuk memperkuat langkah penanganan. Pemkot menginstruksikan seluruh Puskesmas di Kota Yogyakarta untuk siaga penuh.
“Setiap Puskesmas harus menyediakan obat-obatan yang diperlukan dan melakukan deteksi dini. Kita punya 169 tenaga medis yang meng-cover 169 kampung. Mereka ini memantau gejala dan kemungkinan penyebaran penyakit,” jelas Hasto.
Baca Juga: Bukit Klangon Yogyakarta Siap Jadi Pusat Adu Nyali di 76 Indonesian Downhill & Cross-country 2025
Tak hanya itu, sebanyak 495 tim pendamping keluarga juga digerakkan untuk mengamati warga yang mengalami gejala demam tinggi—salah satu indikasi awal leptospirosis.
Wali Kota juga mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam mencegah penyebaran penyakit ini, terutama dengan menjaga kebersihan lingkungan.
“Pengendalian populasi tikus yang menjadi faktor utama penyebaran leptospirosis harus dilakukan. Jangan sampai sarang-sarang tikus dibiarkan,” tegasnya.
Langkah-langkah ini diharapkan dapat menekan laju penyebaran leptospirosis dan mencegah jatuhnya lebih banyak korban. []






