BacaJogja – Biennale Jogja 18: KAWRUH – Tanah Lelaku siap digelar dalam dua babak utama yang akan menyatukan praktik seni, pengetahuan lokal, serta kerja kolaboratif lintas komunitas dan wilayah. Ajang seni bergengsi ini akan berlangsung pada 19 September hingga 20 November 2025 di beberapa titik di Yogyakarta dan Kulon Progo.
Babak I: Menyapa Warga Kulon Progo
Babak pertama akan dilaksanakan pada 19–24 September 2025 di Padukuhan Boro, Desa Karangsewu, Kulon Progo. Pada tahap ini, Biennale Jogja 18 membuka ruang perjumpaan langsung dengan warga untuk merajut dialog antara praktik seni dan pengetahuan lokal. Interaksi ini diharapkan mampu menggali nilai-nilai yang tumbuh dari pengalaman sehari-hari masyarakat setempat.
Baca Juga: Curhat Perempuan Korban Pelecehan Seksual Dekat ISI Yogyakarta
Babak II: Kolaborasi di Kota Jogja dan Bantul
Babak kedua berlangsung lebih panjang, mulai 5 Oktober – 20 November 2025, mencakup beberapa lokasi, yakni Kota Yogyakarta, Bantul (Desa Panggungharjo, Desa Bangunjiwo, dan Desa Tirtonirmolo). Fokus utama babak ini adalah kerja kolaboratif antara seniman dengan komunitas untuk menelusuri jejak lanskap, tradisi lokal, dan kearifan budaya sebagai bentuk kesadaran bersama menghadapi perubahan zaman.
Baca Juga: Lomba Mancing Lele di Pundong Bantul: Terbatas 200 Peserta, HTM Rp40 ribu
Biennale Jogja 18 juga menegaskan pentingnya kerja trans-nasional dan trans-lokal, membangun imajinasi kolektif baru melalui perjumpaan lintas batas. Dengan tema KAWRUH – Tanah Lelaku, acara ini diharapkan menjadi ruang belajar bersama sekaligus wahana menguatkan keterhubungan antara seni, masyarakat, dan alam. []






