Air Kehidupan dari Gunungkidul: Harapan Sri Sultan dan AHY untuk Petani dan Warga Kian Sejahtera

  • Whatsapp
Sultan HBX
Gubernur DIY Sri Sultan HB X saat melakukan kunjungan ke Karangmojo, Gunungkidul. (Pemda DIY)

BacaJogja – Gunungkidul dulu dikenal sebagai daerah tandus yang bergelut dengan kekeringan. Namun kini, wajah baru wilayah di selatan Yogyakarta itu mulai tampak. Air bersih mengalir ke lahan-lahan pertanian, padi tumbuh di tanah yang dulu gersang, dan senyum petani mengembang menyambut masa depan yang lebih hijau.

Pada Rabu (8/10/2025), Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, bersama Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI, Dr. Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), serta Wakil Menteri ATR/BPN RI, Ossy Dermawan, melakukan kunjungan ke Karangmojo, Gunungkidul. Kunjungan tersebut berfokus pada dua hal penting: pemanfaatan air tanah dan penyerahan sertifikat tanah bagi warga.

Read More

Di Omah Godhong Kelor, tempat acara berlangsung, Sri Sultan menyampaikan rasa syukur sekaligus harapan besar. Menurutnya, hadirnya air bersih bukan sekadar kemudahan hidup, tapi juga pintu menuju kesejahteraan.

Baca Juga: Labuhan Merapi: Kearifan Lokal Keraton Yogyakarta Menjaga Hutan di Lereng Gunung Api

“Saya atas nama Pemerintah Daerah menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemerintah pusat. Kini sebagian warga Gunungkidul bisa menikmati air bersih. Meskipun sebagian besar digunakan untuk pertanian, semoga pendapatan dan kesejahteraan masyarakat meningkat,” ujar Sri Sultan.

Ia menambahkan, perubahan pola tanam menjadi indikator nyata kemajuan. “Yang dulu menanam di tempat tandus, kini sudah bisa menanam padi. Harapan saya, warga semakin sejahtera,” imbuhnya.

Tak hanya soal air, kesejahteraan juga datang lewat kepemilikan tanah yang pasti. Dalam kesempatan itu, Sultan menyerahkan sertifikat tanah kepada warga dan berpesan agar dokumen berharga tersebut dijaga dengan baik.
“Sekarang sudah punya sertifikat, ya disimpan baik-baik. Jangan dijual, karena sertifikat itu bisa digunakan untuk transaksi ekonomi,” pesannya dengan nada tegas.

Baca Juga: FKY 2025: Menjaga Harmoni Alam dari Tiga Tradisi Gunungkidul, Wujud Syukur dan Cinta Lingkungan

Namun Sultan juga memberi nasihat bijak: jangan mudah tergoda dengan peningkatan penghasilan. “Ambil disimpan dulu, mungkin untuk anak atau cucu yang memerlukan sekolah. Jangan konsumtif, lebih baik ditabung,” ucapnya.

Sementara itu, Menko AHY mengungkapkan kekagumannya saat melihat air bersih mengalir deras di Gunungkidul. “Saya bisa melihat wajah saya sendiri di permukaan air itu, saking bersihnya,” katanya sambil tersenyum.
AHY menyebut, pembangunan sistem irigasi merupakan kunci penting peningkatan produktivitas pertanian. “Dengan irigasi, panen bisa meningkat dari dua menjadi tiga kali setahun. Ini langkah konkret untuk meningkatkan kesejahteraan petani,” jelasnya.

Selain meninjau lokasi pemanfaatan air tanah, AHY juga menyerahkan 128 sertifikat tanah, terdiri dari 25 hak pakai untuk Pemprov DIY, tiga surat wakaf pondok pesantren, dan 100 sertifikat hak milik masyarakat. Ia mengingatkan, “Sertifikat ini adalah bukti kehadiran negara. Tolong dijaga, jangan disalahgunakan.”

Baca Juga: Kuliner Ekstrem Gunungkidul: Puthul Goreng, Si Kumbang Musiman Kaya Protein yang Lagi Viral!

Di sisi lain, Wamen ATR/BPN Ossy Dermawan melaporkan bahwa DIY menjadi salah satu provinsi dengan progres tertinggi dalam program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) secara nasional.
“Khusus di Gunungkidul, capaian PTSL tahun 2025 mencapai 3.500 bidang tanah, dan semuanya telah diselesaikan 100%,” ungkap Ossy.

Ia menambahkan, pemerintah berencana melanjutkan dan meningkatkan volume program tersebut pada tahun mendatang seiring adanya relaksasi anggaran.

Kunjungan para pejabat ini bukan sekadar seremoni, tapi membawa harapan konkret: air yang dulu langka kini menjadi sumber kehidupan, dan sertifikat tanah menjadi dasar ketenangan hidup warga. Gunungkidul perlahan berubah—dari kisah kekeringan menjadi cerita tentang kemandirian dan kesejahteraan. []

Related posts